Korban Pengeroyokan Nilai Polsek Medan Baru Lambat Menangani Kasusnya

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Fernad Kristian Halawa (22) korban penganiayaan pada hari Senin lalu (6/11/2019), menilai aparat kepolisian lamban dalam menangani kasus pengeroyokan yang dialaminya.

Fernad menilai polisi lambat dalam bekerja mengungkap dan menangkap para pelaku pengoroyokan dengan cara kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku pelaku pengeroyokan  lebih dari 10 orang.

“Korban sendiri telah menyampaikan ciri-ciri para pelaku. Bahkan sudah dilengkapi dengan alat bukti rekaman cctv. Pelakunya banyak, sekitar lebih 10 orang. Ini tindakan kekerasan yang cukup kejam,” katanya.Rabu(5/2/2020)

Olehnya itu, dirinya mendesak aparat kepolisian Polrestabes Medan utamanya Polsek Medan Baru mendatangi keluarga para pelaku agar mereka ikut membantu menyerahkan anak mereka yang terlibat dalam aksi kekerasan di Wilayah Hukum Polsek Medan Baru.

“Jika mereka tidak segera ditangkap banyak hal yang bisa masyarakat khawatirkan. Beruntung keluarga korban seluruhnya paham hukum sehingga belum melakukan tindakan main hakim sendiri. Olehnya itu, Saya dan pihak Keluarga mendesak polisi segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan secara keji di Kota Medan,” katanya.

Disampaikan Fernad Kristian Halawa (22), bahwa dirinya mengalami peristiwa keji pada hari Senin lalu (6/11/2019). Korban dikeroyok dengan keji oleh sekolompok orang di Jalan Piring No.9.

 

[wonderplugin_video iframe=”https://www.youtube.com/watch?v=xexnXwGaPuw” lightbox=0 lightboxsize=1 lightboxwidth=960 lightboxheight=540 autoopen=0 autoopendelay=0 autoclose=0 lightboxtitle=”” lightboxgroup=”” lightboxshownavigation=0 showimage=”” lightboxoptions=”” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 autoplay=0 loop=0 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://target24jamnews.com/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

 

Korban mengalami sejumlah  luka parah dihidung dan di tubuhnya. Diduga luka ini akibat pukulan bertubi tubi yang dilakukan para pelaku. Selain luka terbuka, korban juga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh

“Saya sempat tak sadarkan diri, lukanya sangat parah, bukan hanya luka akibat pukulan tetapi ada pula luka diduga dipukul menggunakan senjata tumpul. Selain itu korban lain juga ada namun tidak separah saya,” katanya.

Sementara itu , orang tua korban juga berharap polisi segera menagkap para pelaku karena mendapat informasi jika puteranya dikeroyok oleh sejumlah orang.(Josua)

Bagikan berita ini