Laporan Pengaduan Di Polresta Deli Serdang Dipertanyakan

Foto : Mapolresta Deli Serdang


TARGET24JAMNEWS.COM || DELI SERDANG

Terkait pemberitaan yang tayang di media online (daring) target24jamnews.com beberapa waktu lalu tentang pelaku penganiayaan dan pengancaman tak kunjung ditangkap dalam kepastian hukumnya.

Berdasarkan pernyataan Kapolresta Deli Serdang pada apel pagi beberapa waktu lalu di Mapolresta Deli Serdang, “jangan ada Laporan Pengaduan yang tidak diselesaikan, agar tidak jadi temuan”.

Namun nampaknya hanya sebatas kata. Sebab Laporan Pengaduan di Polresta Deli Serdang yang berawal dari Omzet Judi Togel berakhir tragis, penganiayaan dan pengancaman terhadap korban Doni Parhusip terjadi akibat komisi judi togel yang tak diberikan Bongotan Siburian.

Tim mengkonfirmasi dengan Doni Parhusip beberapa waktu lalu, “sudah 3 tahun mandek LP (Laporan Pengaduan) nomor LP/18/I/2017/SU/RES DS tanggal 7 Januari 2017 tentang penganiayaan dan pengancaman yang kulaporkan terhadap pelaku Bongotan Siburian tak kunjung kepastian hukumnya di Polresta Deli Serdang, berharap Kepolisian Polresta Deli Serdang adil”, ujarnya.

Menurut informasi yang dihimpun tim media ini, saksi istri Bongotan Siburian telah dipanggil oleh Penyidik Polresta Deli Serdang beberapa waktu lalu, namun istri  Bongotan Siburian tidak hadir saat pemanggilan pertama. Lalu kedua kali dipanggil, istri Bongotan Siburian diwakili oleh Pengacaranya.

Ketika dikonfirmasi dengan Kasat Reskrim Kompol Muhammad Firdaus SIK melalui jaringan Whatshap, tidak menjawab. Kedua kali dikonfirmasi beberapa hari berikutnya, juga tidak menjawab.

Terkesan Kasat Reskrim Kompol Muhammad Firdaus SIK bungkam. Pejabat pamen ini yang baru dimutasi dari Polda Sumatera Utara beberapa waktu lalu itu, dipercaya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Deli Serdang. Wilayah Hukum terbesar se-Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang sesuai surat Telegram Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin yang mengeluarkan dua Surat Telegram (ST) tertanggal 17 Februari 2020.

Dalam ST/155/II/KEP/2020, tanggal 17 Februari 2020, sebanyak 143 personel dimutasi, sedangkan ST/154/II/KEP/2020, tercatat 144 mutasi dan promosi. Diantara pamen yang mendapat promosi itu adalah, Kompol Muhammad Firdaus, SIK, sebelumnya Kanit 2 Buncil Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, dipercaya sebagai Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang.

Kompol Firdaus menggantikan posisi AKP Rafles Langgak Putra, yang dipromosi menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, menggeser Kompol Aron Siahaan.

Jalan 100 hari kerja, mantan Kanit 2 Buncil Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut belum menunjukkan hasil kerja yang maksimal. Pemberantasan Judi Togel di Wilayah Hukum Polresta Deli Serdang Polda Sumatera Utara masih sebatas Jurtul (Juru Tulis) yang di tangkap.

Menyikapi Laporan Pengaduan tersebut, Kàpolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi mengatakan, “langsung aja ke Kasat Konfirmasinya ya bang”, ungkap Kapolresta Deli Serdang lewat pesan Wa. Senin (9/3/2020).

Sekjen DPD Deli Serdang Lsm Topan-RI Pak Payung, “Intruksi Kapolda Sumatera Utara tentang Judi Bersih di wilayah sudah tepat. Pelaksanaan yang belum maksimal menggungkap Bandar Judi Togelnya. Jika dilihat dari keterangan Doni Parhusip, kejadian berawal akibat Omzet Judi Togel. Berarti siapa Bongotan Siburian”, katanya saat dikonfirmasi Wartawan  media ini. Senin (9/3/2020).

Tambahnya lagi, jangan menunggu ada korban meninggal akibat penganiayaan baru cepat diproses atau  karena umur pelaku yang sudah tua. Semua sama di mata Hukum.

Kronologi singkat menurut pengakuan korban Doni Parhusip, dilaporkannya Bongotan Siburian alias oppung ke Polres Deli Serdang, awalnya Doni Parhusip dengan Bongotan Siburian kerjasama agar Doni Parhusip mengarahkan para Juru Tulis Togel untuk menyetor omset penjualan kepada Bongotan Siburian alias Oppung dengan perjanjian Bongotan Siburian memberikan komisi 27 persen kepada Doni Parhusip dan terserah Doni Parhusip mau memberikan komisi kepada jurtul. Hitungan persenan pun dilakukan sekali dalam sepekan. Selain persenan omset, Doni Parhusip akan diberikan persenan jika bandar menang.

Selanjutnya Doni Parhusip mencari para jurtul dan memberikan komisi 20 persen dari omset kepada jurtul. Para jurtul togel yang direkrut Doni Parhusip pun menyetor kepada Bongotan Siburian. “Total omset dari jurtul ku berkisar Rp 40 juta”.

Maka sesuai perjanjian, Doni Parhusip meminta persenan dari omset yang disetorkan jurtulnya kepada Bongotan Siburian. Namun isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan kepada Doni Parhusip agar mengambil persenan omset pekan depannya saja. Mendengar hal itu Doni Parhusip menjawab jika ia, isteri dan anaknya perlu juga makan dan meminta uang Rp 5 juta dulu. Mendengar ucapan Doni Parhusip itu Bongotan Siburian alias Oppung memberikannya dan menyatakan agar Doni Parhusip berurusan sama Bongotan Siburian alias Oppung saja.

Pekan berikutnya, Doni Parhusip kembali meminta persenan dari omset tapi isteri Bongotan Siburian alias Oppung menyatakan jika persenan Doni Parhusip sudah tidak ada lagi. Mendengar hal itu, Bongotan Siburian alias Oppung menengahinya dan menyatakan kepada Doni Parhusip agar tidak mengungkit itu lagi dan jangan ribut. Bongotan Siburian pun menyatakan agar Doni Parhusip berhubungan dengan Bongotan Siburian alias Oppung saja. “Kalau ku hitung jumlah persenan dari omset dan komisi dari kemenangan sudah berkisar Rp 20 juta”.

Karena hitungan persenan dari omset seperti yang dijanjikan tidak jelas, maka Doni Parhusip beralih dan menyetor omset ke bandar togel lain yang sekarang sudah tutup. Beralihnya Doni Parhusip ke bandar judi togel lain mengakibatkan omset Bongotan Siburian alias Oppung menurun sehingga Bongotam bersama isterinya dan dua orang lainnya mendatangi Doni Parhusip ke rumahnya.

“Saat aku terjatuh didorong Bongotan Siburian alias Oppung itu, HP juga jatuh dan diambil isteri Bongotan Siburian alias Oppung. Lalu aku mendatangi Bongotan Siburian alias Oppung kerumahnya namun aku diancam dengan pisau pada bagian leher ku di warung depan rumahnya”, terangnya.(Yung).

Bagikan berita ini