MA India Menolak Jaminan Penahanan Biarawati Misionaris Cinta Kasih

TARGET24JAMNEWS.COM  |  JAKARTA — Mahkamah Agung (MA) India telah menolak jaminan untuk seorang suster Misionaris Cinta Kasih (MC)  yang ditangkap dan ditahan di Negara Bagian Jharkhand, India bagian timur, enam bulan lalu karena ia dituduh melakukan perdagangan anak.

MA menolak permintaan Suster Concilia MC pada 29 Januari dengan alasan bahwa polisi belum mengajukan dakwaan dalam kasus tersebut.

Namun, MA membiarkan pintu terbuka baginya untuk mengajukan banding dan juga mengatakan kepada polisi untuk segera mengajukan tuntutan resmi.

Suster Concilia, ketua Panti Asuhan Nirmal Hriday (hati yang lembut) untuk ibu-ibu yang melahirkan di luar di Ranchi, ibukota negara bagian itu, awalnya dipindahkan ke tahanan pengadilan selama 14 hari pada 5 Juli.

Suster Concilia, 61, ditangkap bersama dengan seorang anggota staf di panti itu menyusul laporan bahwa anggota staf itu menerima uang dari pasangan tanpa anak untuk memberi mereka seorang bayi dan kemudian gagal melakukannya.

Sejak itu dia telah ditolak dua kali jaminan, mendorong permohonannya ke MA.

“Kami merasa sangat sedih bahwa seorang biarawati yang tidak bersalah dan tidak sehat secara fisik berada di balik jeruji besi,” kata Sekjen Konferensi Waligereja India, Uskup Theodore Mascarenhas.

Penolakan jaminan muncul di tengah laporan media bahwa pemerintah Negara Bagian Jharkhand telah mencabut izin Misionaris Cinta Kasih untuk mengelola Panti Asuhan Nirmal Hriday.

Pihak berwenang juga membatalkan lisensi untuk 15 pusat panti asuhan lain yang dikelola oleh organisasi lain, kata laporan itu.

Para biarawati mengatakan kepada ucanews.com pada 31 Januari bahwa mereka belum menerima pemberitahuan resmi bahwa lisensi mereka telah dicabut.

“Kami mendengar itu melalui media tetapi belum menerima perintah dari pemerintah,” kata Suster Sabastino, pemimpin MC di Ranchi.

Namun, Kamalesh Prasad Sinha, kepala komite kesejahteraan anak distrik Ranchi, mengkonfirmasi bahwa lisensi panti tersebut telah dibatalkan.

“Jika mereka belum mendapatkan perintah, saya yakin itu akan dikirimkan segera,” tambahnya.

Pembatalan lisensi itu menyusul investigasi ke panti-panti di negara bagian itu.

Menteri Kepala Negara Bagian Raghubar Das dari Partai Bharatiya Janata (BJP) yang pro-Hindu memerintahkan penyelidikan setelah kasus Nirmal Hriday.

Laporan investigasi diajukan Agustus lalu setelah para pejabat mengunjungi semua 126 panti asuhan di negara bagian itu. Sebanyak 31 ditemukan melanggar peraturan. Lisensi 16 pusat dibatalkan karena penjelasannya tidak memuaskan, lapor harian Indian Express.

Para pemimpin Kristen mengatakan tindakan terhadap para biarawati dan panti mereka adalah bagian dari agenda pro-Hindu untuk menodai citra Gereja.

Memproyeksikan para misionaris sebagai penjahat tetap menjadi taktik yang digunakan oleh kelompok-kelompok Hindu dalam upaya mereka untuk membuat India menjadi negara yang hanya beragama Hindu. Mereka percaya kasus-kasus seperti itu akan menjauhkan penduduk desa dari para misionaris dan institusi Kristen, kata para pemimpin Kristen.

Ibu Teresa dari Kolkata memulai Kongregasi Misionaris Cinta Kasih tahun 1950 untuk melayani “orang termiskin dari yang miskin,” bekerja untuk ibu dan anak yatim yang menjadi prioritas para biarawati ini. (Uca/Red). 

Bagikan berita ini