Mabes Polri Tetapkan 87 Tersangka dari 100 Kasus Karhutla

TARGET24JAMNEWS.COM || JAKARTA – Mabes Polri mengumumkan ada penambahan jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini ditangani kepolisian. Seluruh kasus tersebut tersebar di 4 provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau dan Jambi. Kasus karhutla dan daftar terduga pelakunya terus meningkat, Kamis (15/08/19).

Semula tercatat 61 tersangka (60 orang dan 1 korporasi) dari 68 kasus, kini menjadi 87 tersangka dari 100 kasus.

“Total semua kasus menjadi 100 tentang Karhutla yang ditangani Polda Riau, Polda Jambi, Polda Kalbar, dan Polda Kalteng. Untuk Polda Sumsel dan Polda Kalsel masih nihil. Kemudian, tersangka mengalami peningkatan menjadi 87 tersangka, terdiri dari 86 individu dan satu korporasi,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/19).

Brigjen Pol. Dedi Prasetyo menjelaskan peningkatan kasus Karhutla terjadi khususnya di wilayah hukum Polda Riau dan Polda Kalimantan Barat.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan di Riau awalnya terjadi 29 kasus, kemudian meningkat menjadi 35 kasus.
Jumlah tersangkanya pun turut meningkat menjadi 34 individu dan satu korporasi.

“Untuk Polda Kalbar dari sebelumnya 14 kasus menjadi 26 kasus. Jumlah tersangka dari 18 menjadi 30 tersangka. Di Kalbar belum ditemukan (pelaku dari pihak) korporasi karena kelalaian atau unsur kesengajaan baik di hutan dan lahan,” jelas mantan Kapolres Lumajang itu.

Sebelumnya diberitakan, 60 orang dan satu korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh kepolisian hingga Minggu (11/8/2019) kemarin.

Jenderal Bintang Satu itu mengatakan 61 tersangka itu diketahui dari 68 kasus di empat provinsi yang berbeda di Indonesia.

“Untuk penanganan kasusnya sampai tanggal 11 Agustus sudah ada kurang lebih 68 kasus yang terkait karhutla. Semuanya (tersangka) ada 61 tersangka,” tegas mantan Kapolres Ponorogo itu, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/8/19).

Adapun empat provinsi yang dimaksud antara lain kasus karhutla di Riau, Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

Mantan Kapolres Kediri itu mengatakan kepolisian juga fokus menjaga dua provinsi lain yakni di Sumatera Selatan (Sumsel), dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun hingga saat ini belum ada kasus dan tersangka terkait karhutla di kedua provinsi tersebut.

“Polda Riau ada 29 kasus dengan 20 tersangka, dan untuk luas area terbakar seluas 204,9 hektar. Kemudian Polda Sumsel masih nihil kasus dan juga tersangka masalah Karhutla. Jambi ada 4 kasus dengan 2 tersangka dan luas lahan yang terbakar 42 hektar. Kalbar ada 14 kasus dengan 18 tersangka, dan luas areal terbakar 20,4 hektar,” Jelasnya.

“Kemudian Kalimantan Tengah ada 22 kasus dengan 21 tersangka, dan luas areal terbakar 34,48 hektar. Untuk Kalsel, sampai dengan saat ini masih nihil,” jelas mantan Karo SDM Polda Kalteng itu.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menuturkan bahwa proses hukum beberapa tersangka telah dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan. Sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan, penyidikan ataupun telah siap dilakukan proses persidangan.

“Untuk Polda Riau ada 13 kasus dilimpahkan ke JPU, berkas artinya sudah selesai. Kemudian di Polda Kalimantan Barat ada 2 kasus, Polda Kalimantan Tengah ada 1 kasus, itu juga sudah tahap 2. Yang lainnya masih dalam proses sidik,” tutup Jenderal Bintang Satu itu.(Red/Hum)



Bagikan berita ini