MARAK BEGAL DI MEDAN, KAPOLDA SUMUT DIMINTA SIKAPI TEGAS

TARGET24JAMNEWS.COM | MEDAN — Kepolisian Daerah Sumatera Utara atau Polda Sumut diminta tidak ragu mengambil tegas dan terukur dengan menembak mati pelaku pembegalan, terutama yang menghilangkan nyawa korbannya. 

Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli mengatakan agar kepolisian tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas bagi pelaku pembegalan. 

“Kalau dulu perintah tembak di tempat. Saya harap, sekarang tembak mati. Nanti kalau di sidang, dua bulan lagi lepas,” kata Brilian di Medan, Jumat, 20 Juli 2018.

Brilian menyebutkan dalam beberapa pekan terakhir, kejahatan jalanan semakin mengkhawatirkan. Terlebih pada pada malam dan dini hari ketika masyarakat memulai aktivitas.

Pelaku begal bukan hanya mengambil harta benda milik korban, namun tidak jarang menganiaya, bahkan membunuh korbannya.

Secara kewilayahan, ada beberapa polsek di Kota Medan yang sangat rawan aksi begal, yakni Polsek Percut Seituan, Medan Kota, Medan Area.

Selain itu, Polsek Medan Timur, Medan Labuhan, Medan Belawan, dan Medan baru yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Polsek yang memiliki tingkat kerawanan tinggi itu perlu diberikan tambahan biaya operasional, termasuk hadiah bagi personel yang sukses menembak mati pelaku begal.

“Jika kurang anggaran, kita bisa minta agar wali kota dan gubernur untuk menyiapkan anggaran itu,” kata Brilian.

Memang, polisi beberapa kali melakukan patroli dan memiliki sejumlah pos polisi. Namun kebijakan itu belum cukup karena pelaku sering beraksi setelah jadwal patroli selesai.

Apalagi pos polisi sering kosong ketika malam hari. Karena itu, dibutuhkan langkah yang lebih konkrit untuk memberantas aksi begal dan memberikan tindakan tegas yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Untuk itu, seluruh personel kepolisian yang berada di lapangan harus diberikan senjata api, terutama bagi personel reserse.

Pihaknya mengapresiasi kebijakan Polda Sumut yang pernah mengeluarkan instruksi tembak di tempat. Namun kebijakan itu dinilai kurang tegas jika dikaitkan dengan kesadisan pelaku begal belakangan ini.

Belum tegasnya sanksi bagi pelaku begal selama ini menyebabkan masyarakat menjadi kecewa sehingga sering aksi main hakim sendiri jika menemukan pelaku begal.

Politikus PDI Perjuangan itu mengaku beberapa kali menerima ungkapan kekecewaan dari masyarakat Kecamatan Medan Perjaungan karena mengetahui adanya pelaku begal yang tidak jera meski sempat ditahan.

“Ada begal yang sering beraksi di Jalan Madong Lubis, Jalan Siantar, dan Jalan Parapat yang ditangkap. Dua bulan kemudian, merampok lagi di sana,” ujar Brilian.

Karena itu, sangat wajar jika pihak kepolisian memperkuat jajaran resersenya dengan senjata api agar bisa menembak mati pelaku aksi begal yang sadis tersebut. (red/krim/tinus).

Bagikan berita ini