Menkopolhukam : 6.500 Personel TNI-Polri di Papua dan Papua Barat Bukan Untuk Menakuti, Melainkan Untuk Jamin Keamanan

TARGET24JAMNEWS.COM || JAKARTA – Terkait jumlah personel TNI-Polri yang mencapai 6.500 Personel disiagakan di Papua dan Papua Barat, Menkopolhukam, Wiranto berikan penjelasan bahwa keberadaan pasukan TNI dan Polri bukan untuk menakut-nakuti atau menggeruduk Papua dan Papua Barat melainkan untuk menjamin keamanan.

“‎Soal pasukan TNI dan Polri, ini masih ditempatkan di Papua dan Papua Barat. Jumlahnya memang besar tapi jika dibandingkan jumlah keseluruhan TNI dan Polri yang totalnya sekitar 850 ribu. Itu kan 6.500 personel yang di Papua dan Papua Barat, tidak sampai 1 persennya, kecil sekali. Jadi kemudian jangan malah diisukan TNI dan Polri geruduk disana, mengadakan aksi menakut-nakuti, ini tidak benar. Cerita ini sampai juga ke saya, seakan disana (Papua dan Papua Barat) tidak aman,” jelas Menkopolhukam, Wiranto, Senin (9/9/19).

Tugas personel TNI dan Polri di Papua dan Papua Barat juga tidak melakukan aksi represif melainkan untuk melindungi masyarakat dan obyek vital, instalasi-instalasi‎ serta fasilitas umum agar tidak kembali dibakar. Kehadiran TNI-Polri untuk persuasif, edukatif supaya warga jangan demo dan merusak. Masyarakat diajak hidup berdampingan. Personel ada juga yang ikut membersihkan puing-puing ‎akibat kebakaran supaya bersih sehingga PUPR bisa masuk untuk membangun kembali.

Lebih lanjut, Menkopolhukam juga mengapresiasi ‎Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto‎, S.I.P., dan Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., yang selama seminggu penuh berkantor di Papua dan Papua Barat. Selama disana, keduanya gencar mengajak seluruh unsur warga dan para tokoh untuk berdamai melalui acara perdamaian bakar batu di beberapa tempat.(Red/Hum)

Bagikan berita ini