Modus Kenalan Di Medsos, Antarkan Pemuda Ini Ke Sel

TARGET24JAM.COM | BINJAI — Biadap… demi menuruti nafsu bejadnya tersangka yag diketahui bernama Muhammad Yogi Seprianta (21) penduduk Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, nekat mengobok ngobok serta mencabuli teman wanita yang dikenalnya lewat Facebook di pondok kecil peladangan Desa Pekan Sawah, Sabtu (28/4) Malam Hari.

Informasi yang dihimpun, Sabtu (28/4) Malam, mulanya korban yang diketahui bernama Salma pergi kesalah satu warnet yang terletak di Jalan Gunung Bendahara, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, guna membuka akun Facebook miliknya, sebab Hpnya ditahan oleh sang Ibu sehingga korban membuka Facebook lewat warnet Bani, lalu korban chatingan dengan tersangka dan janjian akan bertemu di warnet tersebut.

Sesampainya diwarnet, tersangka langsung mengajak korban ke Titi Baru Beringam guna menyantap makan malam berdua, usai menikmati hidangan nasi goreng tersangka bringas dengan memasukkan jari telunjuk kedalam Kemaluan korban dan menyuruhnya menghisap kemaluannya, dikarenakan birahinya sudah memuncak.

Setelah adegan semi tersebut berakhir, tersangka bersama korban mengunjungi Cafe Barbar yang terletak di Jalan Tualang, Kelurahan Pujidadi, Kecamatan Binjai Selatan, untuk menegak beberapa gelas minuman sekaligus menghabiskan malam minggu kelabu.

Dikarenan sudah larut malam nanggung untuk pulang kerumah akhirnya korban yang mulai lengah dibawa tersangka kedaerah semak semak tepatnya perladangan Desa Pekan Sawah, sesampainya ditempat tersebut tersangka mendapati gubuk kecil dan terlintas hasutan setan sehingga birahi tersangka memuncak dipicu adegan semi yang belum puas dirasakan tersangka.

Korban yang lengah hanya pasrah dibawa tersangka karena takut dilukai sehinga tersangka dengan mudah mengobok ngobok serta mencabuli korban sebanyak 2 kali. Saat fajar mentari mulai bersinar barulah mereka meninggalkan tempat tersebut dan mengantarkan korban ke Bakhti Karya Kecamatan Binjai Selatan.

Setelah tersangka pergi meninggalkan korban, akhirnya korban pulang kerumah dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya, geram mendengar pengakuan anaknya, sang Ayah langsung mengunjungi Polres Binjai dan Membuat laporan pengaduan ke SPKT dengan Nomor LP/225/IV/2018/ SPKT-B/RESKRIM ,Tanggal 30 april 2018 Pelapor An. PARTIK dan Sp.Kap/139/ V/2018/Reskrim.

Mendapat laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Binjai langsung melakukan pengembangan guna menangkap tersangka, genap sebulan lamanya melakukan penyelidikan akhirnya tersangka dapat ditangkapkap.

Sabtu (28/5) Pukul 20.00 Wib, Opsnal PPA Polres Binjei mendat informasi keberadaan Tersangka bernama Muhammad Yogi Seprianta sedang berada di jalan Samanhudi, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, selanjutnya opsnal unit PPA dipimpin oleh katim opsnal PPA Aipda Rusdianto sembiring SH beserta anggota langsung menuju objek dan melakukan penangkapan terhadap tersangka Kemudiaan tersangka digiring ke Polres Binjai guna Pemeriksaan Lebih lanjut.

Tersangka diamankan berikut barang bukti 1 unit sepedamotor Satria FU BK 4722 AFI warna hitam les kuning thn 2014 yang ditungganginya saat melakukan aksinya di gubuk kecil Dasa Pekan Sawah sebulan yang lalu, akibat perbuatannya tersangka harus menerima ganjaran yang setimpal dan mengabiskan 15 kali lebaran di balik jeruji besi Polres Binjai.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Binjai Akp Hendro Sutarno membenarkan hal tersebut. Dan mengatakan “Benar tersangka telah ditangkap dikawasan Binjai Estate oleh Opsnal PPA Polres Binjai.”

“Tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) jo 76D UU RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak jo UU RI No 17 tahun 2016 ttg penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 dan pasal 82 ayat 1 jo 76E UU RI No 35 tahun 2014 ttg perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 ttg perlindungan anak jo UU RI no 17 tahun 2016 ttg penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.” Ungkap Hendro. (Arvian)

Bagikan berita ini