Money Politik Cara Ampuh Untuk Ambil Suara

TARGET24JAMNEWS.COM | MEDAN – Politik uang (Money Politics) dalam dalam kontestasi pemilu (pemilihan umum) baik dalam pileg (pemilihan legislatif), maupun pilpres (pemilihan presiden) sangat marak terjadi.

Hal ini cukup beralasan karena proses demokrasi yang berkembang di Indonesia yang dilakukan secara langsung oleh rakyat telah mendorong pihak-pihak tertentu untuk mengambil jalan pintas merebut suara rakyat dengan melakukan politik uang.

Demikian dikatakan calon legislatif (caleg) DPRD Kota Tebing Tinggi Dapil II Kecamatan Padang Hulu dan Bajenis, Sandy Wu kepada wartawan, Senin (1/10/2018).

“Money politics masih ditempatkan sebagai cara paling ampuh untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dalam setiap pemilu,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini.

Menurut Sandy, praktik money politic berdampak terhadap pembangunan demokrasi. Itu berarti prinsip-prinsip demokrasi telah tercemari dalam praktik politik uang.

“Suara hati nurani seseorang dalam bentuk aspirasi yang murni dapat dibeli demi kepentingan,” tegasnya.

Dikatakan Sandy, dampak money politic bukan terjadi kepada moral seseorang saja, tetapi dalam ajaran agama manapun juga tidak dibenarkan. Sebab, kata dia, hal itu memiliki dampak yang sangat berbahaya untuk kepentingan bangsa ini.

“Jika yang dihasilkan adalah kekecewaan rakyat, maka sesungguhnya yang akan mengadili adalah rakyat itu sendiri,” ungkap Sandy.

Dia menegaskan, dirinya tidak akan bermain money politics, agar di saat dirinya menjabat, dia akan serius memperhatikan aspirasi rakyat Tebing Tinggi.

“Saya tidak akan bermain money politics, sebab apabila saya menjadi anggota dewan, saya dapat serius memperhatikan aspirasi rakyat. Karena saya tidak ada beban dengan biaya kampanye yang besar, tentu saya akan membayar kepercayaan mereka dengan perjuangan,” tukas Sandy.

Sekretaris DPW Kombatan Sumut ini berharap agar masyarakat dapat lebih cerdas dalam memilih calon wakil rakyatnya.

“Jangan hanya uang tidak seberapa, kita salah memilih wakil rakyat, bisa-bisa aspirasi rakyat banyak yang tidak ditampung, karena suara sudah dibayar pada masa kampanye. Istilahnya sudah habis utang,” pungkasnya.

Bagikan berita ini