MPSU Akan Mengambil Tindakan Hukum Terkait Pemberitaan Bohong di Media Online

Surat Pernyataan Keluarga

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Pasca diberitakan oleh salah satu media online beberapa waktu yang lalu ternyata bertolak belakang dengan kenyataan nya,  dan terlalu tendensius serta melanggar UU Pers nomor 40 tahun 1999Dalam pemberitaan berjudul Korban Penganiayaan Meninggal di RS Vina Estetica Medan,  Warga Minta Polisi Tangkap Pelaku,Almarhum. Alvon Giawa diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas yang berawal  dari adu  mulut antara Alvon dan RG yang yang merupakan abang sepupu Alvon Giawa.Alvon  menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Vina Estetica Jalan Iskanda Muda Medan, Sabtu (04/04/2020) beberapa waktu yang lalu.

Tak terima dengan pemberitaan tersebut ,RG yang menjadi korban fitnah dari salah satu media online tersebut meminta perlindungan dengan Mulya Koto Ketua Umum MPSU ( Masyarakat Perduli Sumatera Utara ) dan menerangkan bahwa RG menyangkal semua isi pemberitaan tersebut,malah dirinya lah yang membawa Almahum A. Alvon ke rumah sakit saat terjatuh dari rangkulan RG untuk dibawa pulang ke rumah ketika dalam keadaan mabuk tersebut.

” Tak kuat aku merangkul almarhum pada saat itu,  aku pun punya sakit gula bang,  sehingga Almarhum A. Alvon terjatuh dan mengalami benturan kecil ” Beber RG

Sementara itu Ketua Umum MPSU,  Mulya Koto mengatakan akan mensomasi media tersebut ,karena berita tersebut terkesan tendensius dan di duga mangandung fitnah.

” Korban RG tidak pernah dikonfirmasi oleh wartawan tersebut dan terkejut dengan isi pemberitaan tersebut ” Pungkas Mulya Koto.

“Dalam hal ini kami tidak melindungi pelaku tindak pidana, yang salah tetap salah bagi kami,  lagipula kalau ada warga yang keberatan dengan peristiwa tersebut silahkan melaporkan ke Aparat Kepolisian bukan malah membangun opini Publik”terang Mulya

“Kita sudah mendengar penjelasan dari RG melalui handphone.Dalam komunikasi melalui handphone seluler tersebut terdengar jelas bahwa sudah ada kesepakatan yang baik antara RG dengan Keluarga Besar Almarhum di Surat Pernyataan Keluarga yang telah disepakati pada tanggal 9 April 2020 dan sudah diatas materai.”jelas Mulya

” Berdasarakan Kronologi meninggalnya Almarhum atas nama Apolonius Giawa pada hari Sabtu tanggal 4 April 2020 di Medan,  kami sekeluarga dan anak yang ditinggalkan oleh Almarhum, tidak menuduh ataupun mencurigai ataupun menuntut siapapun atas meninggalnya an. Apolonius Giawa bukanlah unsur pembunuhan atau yang diracuni dan sekeluarga telah mengiklaskan kepergiannya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.  Kami sekeluarga membuat surat penyataan ini dengan hati yang tulus dan pikiran yang sehat tanpa ada unsur paksaan ataupun pengaruh dari pihak siapapun. Apabila dikemudian hari ada yang menaruh keberatan atau menguggat pernyataan ini,  akan menanggung segala resiko dan bersedia menjalankan hukum sesuai dengan pelanggaran hukum yang berlaku di NKRI. ” Jelas Mulya Koto sambil membacakan isi Surat Pernyataan Keluarga.

Mulya Koto menegaskan kepada wartawan tersebut agar membuat berita itu berimbang dan tidak mengandung dugaan unsur fitnah .MPSU akan mendampingi RG dalam hal mengambil tindakan ke jalur Hukum terhadap wartawan media tersebut dan orang orang yang memberikan informasi fitnah tersebutdan juga berharap agar pihak Kepolisian tidak gegabah dalam kasus tersebut(Josua Giawa)

Bagikan berita ini