PASCA DIBERITAKAN TERKAIT KASUS MANGKRAK 3 TAHUN, KAPOLRES SAMOSIR BUNGKAM

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Setelah diberitakan selama 3 tahun mangkraknya kasus pembunuhan terhadap mandor PT. TPL, Fery Wijaya (23), Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat S.IK, enggan berkomentar. Kendati isi pesan via Whatsapp telah dikirim pada Kamis malam (6/9), penjabat polres Samosir ini tidak merespon.

Terkait hal itu, kerabat korban, R. Sijabat sangat menyayangkan sikap diam dan tidak respon Kapolres Samosir.

“Bagaimana lagi bang, kita keluarga menantikan bagaimana perkembangan kasus pembunuhan saudara kami itu. Kita malah dicuekin. Padahal sudah masuk berita, ya seharusnya dijawablah. Kita minta bapak Kapolda Sumut agar tegur Kapolres Samosir,” kesal Sijabat, Jumat (7/9).

Sijabat meminta penjelasan Kapolres Samosir kepada pihak keluarga, sampai dimana kasus tersebut berjalan.

“Kita minta Kapolres Samosir jelaskan sudah sampai dimana pengungkapan kasus kematian saudara kami. Kami butuh jawaban,” harap Sijabat.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Hampir tiga tahun lamanya sejak 23 Oktober 2015 lalu, kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap Feri Wijaya (23) seorang mandor di PT. Toba Pulp Lestari (TPL) belum dapat terungkap. Hal tersebut diungkapkan salah seorang kerabat keluarga saat dihubungi, Kamis (6/9/2018). Juru bicara keluarga, R.Sijabat mengatakan bahwa kasus ini sudah sangat lama tidak diungkap, sejak masa kepemimpinan Kapolres Samosir AKBP.Eko Suprihanto berganti ke AKBP. Donald Simanjuntak dan saat ini  AKBP Agus Darojat, SIK. 

Feri Wijaya yang merupakan keturunan berdarah Tionghoa dan  Batak,  ditemukan tewas pada usia 23 tahun di Hutan Tanaman Industri (HTI) milik PT.Toba Pulp Lestari, tepatnya di hutan Tele, Jumat 23 Oktober 2015, dalam kondisi sangat mengenaskan dengan keadaan  membusuk, kepala putus dan bercerai dari badan, kedua tangan hilang, serta tubuh penuh luka sayatan. Barang-barang milik korban seperti sepeda motor, dompet dan handphone tidak ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).  (RED/TIM). 

Bagikan berita ini