Pemko Medan Diduga Tutup Mata Dengan Banyaknya Aktivitas Bangunan Mewah Tanpa IMB

Banguna Mewah Yang Diduga Tanpa IMB Berdiri Megah

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Pendapatan Asli Daerah  ( PAD ) dipastikan tidak akan terpenuhi, apabila masih banyaknya bangunan yang berdiri tanpa izin.

Hal ini bukan tidak beralasan karena hingga saat ini terpantau hingga saat ini tercatat ratusan  bangunan yang didirikan di kota Medan ini hanya 60% saja yang terdaftar mengurus izin selebihnya dapat dikatakan sebagai bangunan liar. Hal ini dapat dilihat di lapangan masih banyak  bangunan yang berdiri tanpa ada Plank IMB, kemudian banyaknya bangunan yang menyalahi izin, artinya dibangun tidak sesuai izin yang diterbitkan.

Bangunan cafe yang berada di Jln Griya Kecamatan Helvetia Medan. Dari pantauan wartawan di lapangan hingga saat ini tidak terlihat adanya Plank  IMB hingga Bangunan tersebut berdiri megah.Ketika dikonfirmasi ke seseorang yang bernama Ariot melalui handphone yang diduga sebagai yang punya wewenang terhadap bangunan tersebut,Ariot bersikap seakan-akan melecehkan tugas jurnalis dalam melakukan investigasi sesuai fungsinya sebagai kontrol sosial dan membentak wartawan.”Itu bukan urusan kalian,kami swasta kalianpun swasta.Urusan Pemerintahan tidak ada kaitannya ke kalian”.ujarnya sambil memutuskan komunikasi.

Kasi Trantib Kecamatan Helvetia Medan ketika dikonfirmasi mengatakan sudah menyurati yang punya bangunan tanpa adanya tindakan tegas yang seharusnya mereka lakukan sesuai dengan tugas yang seharusnya mereka lakukan “sudah disurati yang punya bangunan,tapi kalo mau naikan aja bang beritanya” ujarnya.

Terpisah,Anggota DDPRD Medan yang membidangi hal tersebut mengatakan menyesalkan tindakan dari pihak Pemko Medan yang seolah olah tidak perduli akan hal tersebut.”Seharusnya pihak Pemko Medan dalam hal ini Pengawasan Pembangunan Pemko Medan jangan menganggap enteng permasalahan tersebut,mereka harusnya bisa tegas dengan cara menyegel tempat tersebut dan menghentikan segala aktivitas didalamnya.”ujarnya

Hingga berita ini dinaikkan bangunan tersebut masih berlangsung tanpa ada tindakan  dari aparat terkait, diduga adanya permainan antara pemilik bangunan dan oknum terkait sehingga bangunan tersebut diduga kebal hukum.(Josua Giawa)

Bagikan berita ini