Penadah Barang Curian Tidak Ikut Dipaparkan Polres Simalungun

TARGET24JAMNEWS.COM | SIMALUNGUN – Sat Reskrim Polres Simalungun paparkan pelaku perampokan kantor PT Pos Indonesia cabang Panei Tongah dan pencurian rumah porhangir,  Lohot Diomedus Sitanggang (61) dan istrinya, Mery Dahniar Sinaga (61) di Nagori Rukun Mulyo, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Sabtu (13/10/18) sekira jam 13.00 WIB.

Keenam pelaku, Yusrizal (30) warga Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Ijon Martuah Purba alias Ijon (46) warga Nagori Pamatang Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Timbul Marbun alias Marbun (41) warga Siborong-borong, Kabupaten Taput, Agam Wijaya alias Agam (23) warga Nagori Rukun Mulyo, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Simalungun, Boy Simbolon (35) warga Jalan Kualanamu, Gang Bilal Ujung, Desa Bulu Budimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang,Marga Purba alias Purba ( 38)alamat Pekanbaru(DPO)

Selain itu, barang bukti berhasil diamankan kampak, linggis, sebo, sarung tangan, masker, obeng, dipersiapkan marga Purba yang masih dalam pengejaran unit Jahtanras (Kejahatan dan Kekerasan) Sat Reskrim Polres Simalungun serta satu unit mobil Avanza warna merah  maron BK 1770 WT.

Ironisnya, Mince Simanjuntak dan Sarman Sipayung malah  tidak disertakan tanpa ada penjelasan yang diduga sebagai penadah dan turut terlibat berperan sebagai penerima sekaligus menjual barang hasil rampokan serta curian.

Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan didampingi Kasat Reskrim, AKP Ruzi Gusman dan Kanit Jahtanras, Iptu Hengky B Siahaan menjelaskan keenam pelaku ditangkap dari berbagai daerah.

“Masing-masing pelaku ditangkap dari beberapa daerah berbeda. Ada yang dari Siantar, Medan, Taput, Padang, Deli Serdang. Kalau perannya, ada yang memantau situasi dan merental mobil,” jelas Kapolres saat press release di Aspol, Jalan Sangnaualuh, Kelurahan Siopat Suhu, Kota Siantar.

Kemudian, dari enam  pelaku. Bagian betis kaki empat pelaku dibocori. Konon katanya, keempat pelaku mencoba kabur saat akan dicokok. “Ketika akan ditangkap, mencoba kabur. Sempat diberikan peringatan, tapi tak diindahkan,” papar Liberty.

Menurut Kapolres, dari keenam pelaku, ada yang dipanggil dari luar kota dan seorang pernah terlibat perampokan di wilayah hukum Kalimantan. “Perampokan di kantor pos Panei Tongah dan rumah porhangir ini terungkap, setelah kita melakukan uji lab di inafis. Karena, ada sidik jari seorang pelaku. Dan pelaku ada yang dipanggil ke sini untuk merampok,” terangnya.

Kapolres melanjutkan, keenam pelaku merupakan sindikat dan sebelum melakukan perampokan sudah terlebih dahulu mempersiapkan peralatan. “Oksigen juga sudah dipersiapkan untuk membongkar brankas yang ada di kantor pos cabang Panei Tongah,” ujar Liberty.

Orang nomor satu di Polres Simalungun menambahkan untuk pencurian di rumah porhangir mengakibatkan kerugian total sebesar Rp78,4 juta. “Terdiri dari emas, kalung emas, jam Alexander, dua cincin, tiga gelang emas,” kata Liberty.

Untuk menjual perhiasan hasil curian toko emas, sambung Kapolres, pelaku dibantu Sarman dan Mince. “Karena kalau toko emas tidak menerima jika tanpa surat. Untuk menjualnya, dibantu Sarman dan Mince,” tandas perwira dua melati tanpa memperlihatkan Mince dan Sarman.

Seperti diketahui, pencurian dilakukan keenam pelaku di rumah, Lohot dan Mery pada Selasa 7 Agustus 2018. Sedangkan, perampokan di kantor PT Pos Indonesia cabang Panei Tongah terjadi pada Kamis 5 Juli 2018. “Pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dan 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan kekerasan. Ancamannya 7 tahun dan 9 tahun penjara,” terang Liberty. (Dho)

Bagikan berita ini