Penggiat Anti Korupsi Pinta Kajagung RI Mengawasi Kajatisu Terkait E_Warung di Batu Bara

 

TARGET24JAMNEWS.COM || BATU BARA – Penggiat anti korupsi Kab. Batu bara, Darmansyah Meminta Kejagung RI Perintahkan Kejatisu Prioritaskan Kasus Bansos di Batu Bara. Dari hasil Investigasi 16 Juni 2020 di Tiga Agen E_waropng di Kecamatan Lima puluh Masih Menemukan Sembako yang Tidak Layak di Konsumsi, Selain Beras yang di Terima dari E_warong didapati Basah, Sayur Labu Jipangpun Sudah Membusuk (Menjamur).

Selain itu, di duga kuat masih terjadi selisih harga dengan saldo KPM senilai Rp 200.000. Dari volume beras kemasan 15 kg = Rp 148.000 + telur 13 butir = Rp17000 + kacang hijau 3 ons = Rp 6000 + 2 buah labu jipang = Rp 3000. Total harga sembako yang di terima KPM senilai Rp 174.000. Artinya masih terdapat sisa saldo KPM senilai Rp 26.000.

Selain itu, agen e_warong desa sumber makmur Kec. Lima Puluh, Rudi, mengaku di beri fee sebesar Rp 12.000 per KPM, jika sisa saldo KPM senilai Rp 26.000 – Rp 12.000, masih terdapat sisa saldo senilai Rp14.000 dan di X lebih kurang 23.000 KPM = Rp 322.000.000,00 (tiga ratus dua puluh dua juta rupiah) sisa saldo untuk edisi bulan Juni.

Hasil investigasi pada bulan April 2020, ditemukan bukti transfer beberapa agen e_warong yang mentransfer hasil debet saldo KPM yang di transfer ke rekening atas nama Sarkowi Hamid.

Dan hari Kamis 18 Juni 2020, Darmansyah kembali menemukan bukti transfer di duga kuat dari salah satu agen e_warong yang berdomisi di Dusun Padang Genting Kec. Talawi Kab. Batu bara, atas nama HL (F U) no rek 10700XXXXX309 mentransfer ke no rek 10700XXXXX690 atas nama PK, senilai Rp 18.424.000, dan di yakini transfer tersebut hasil debet dari e_warong.

Dengan demikian Kejatisu segera melanjutkan proses hukum kasus bansos di Batu bara, dan melakukan penyidikan terhadap temua baru bukti transfer ini. Dan segera menetapkan status tersangka kepada para pelaku korupsi selisih saldo KPM lebih kurang 23.000 jumlah KPM se Kab. Batu bara. ( Sultan)

Bagikan berita ini