PENUTUPAN JALAN UMUM JADI MILIK PRIBADI LANGKAHI PERATURAN PEMERINTAH

TARGET24JAMNEWS.COM | LUBUK PAKAM – Kerusuhan penjarahan tahun 1998,berdampak pada seluruh masyarakat yang berupaya menjaga lingkungan dan rumah masing – masing. Menghindari amukan massa yang terjadi di tahun 1998 di kelurahan Lubuk Pakam Pekan semua warga yang jiwanya merasa terancam menutup rumah tanpa terkecuali gang yang ditutup sementara oleh warga demi keamanan bersama di Kecamatan Lubuk Pakam. Namun setelah usai masa penjarahan dan keamanan kembali kondusif, gang yang tadinya terbuka untuk umum, sampai sekarang tahun 2018 belum juga dibuka.Jumat(7/9/2018)

Tim jurnalis media ini berusaha menelusuri penyebab penutupan gang tersebut guna kepentingan masyarakat banyak. Ternyata ada satu keluarga telah menutup gang umum untuk dijadikan sebagai asset pribadimya dan ternyata diam – diam mengurus surat gang tersebut di Kecamatan sehingga gang yang tadinya tanah milik Pemerintah yang khusus dihibahkan untuk jalan masyarakat,Sekarang terpaksa ditutup.Menurut keterangan dari masyarakat sekitar bahwa Keluarga tersebut merupakan keluarga terpandang di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang sehigga ada dugaan mereka mengunakan uangnya untuk memuluskan rencana mereka.

Ketika dikonfirmasi salah satu tokoh masyarakat setempat pak Jun menuturkan bahwa persoalan penutupan jalan umum oleh salah satu masyarakat sudah diberikan kepada Lembaga Swadaya Masyarakat TOPAN RI yang berkedudukan di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang.”Saya berterimakasih kepada Bapak T.Safrudin yang pekarangannya mau di lalui untuk akses sementara keluar masuknya masyarakat yang jalannya ditutup”.ujar pak Jun
“Perkara tersebut sudah didudukan dikantor Kecamatan Lubuk Pakam dan Kelurahan Lubuk Pakam Pekan namun pihak penutup tidak pernah hadir” kata pak Jun.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamat Asset Negara (TOPAN RI)C.Sipayung dikonfirmasi mengatakan masyarakat meminta agar masalah ini di laporkan ke Polisi dan segera selesai masalah ini, karena warga yang dirugikan bisa kembali beraktifitas seperti dulu lagi.
“Bila perlu satu keluarga itu di laporkan juga, karena setelah dikumpulkan semua bukti lengkap. Mulai dari pernyataan undangan dari Kecamatan, Kelurahan, Foto, saksi – saksi. Kita yakin Polres Deli Serdang segera menetapkan keadilan bagi masyarakat yang dirugikan”.ujar C.Sipayung
“Biarkan pengacara keluarga kaya itu yang membantah laporan pengaduan kita. Pidananya melanggar Pr p Nomor 51. Saya yakin yang melawan Pemerintah sama saja melawan Penegak Hukum. Karena di Undang – Undang Republik Indonesia jelas membela Rakyat yang tertindas dan jika ditemukan unsurnya dan kelanjutan Laporan Pengaduan dari kami,Polres Deli Serdang segera memanggil yang bersangkutan dan pihak – pihak terkait sesuai Laporan Pengaduan mengenai masalah gang itu”. ujar C.Sipayung mengakhiri. (Pyg).

Bagikan berita ini