dilihat 180 kali

PERKARA MONEY POLITICS, OKNUM CALON LEGISLATIF DITANGKAP POLISI DI KARO

TARGET24JAMNEWS.COM  |  TANAH KARO — Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua calon legislatif (Caleg) dan tiga orang tim suksesnya karena diduga terkait politik uang atau money politics.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita uang lebih dari Rp 200 juta. Uang itu pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000. Uang yang disita ini rencananya akan dibagikan pelaku ke masyarakat pemilih di Tanah Karo.

“Kami melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk penanganan perkara dugaan money politics ini,” ujar Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, Selasa (16/4/2019).

Kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat. Semula, polisi melakukan OTT terhadap dua tim sukses, JM (27) dan LS (27) dari caleg Partai Gerindra berinisial KS dan JP di Kecamatan Tiga Binanga.

Dari tangan JM dan LS disita uang sebesar Rp 11.700.000, kartu nama caleg untuk DPR RI berinisial J, DPRD Provinsi berinisial IM dan DPRD Kabupaten Tanah Karo berinisial KS.

“Keterangan kedua pelaku, uang itu hendak dibagikan kepada 50 orang, dengan nilai Rp 150.000 per suara untuk caleg DPRD kabupaten, Rp 50.000 per suara untuk DPRD provinsi, dan Rp 25.000 per suara untuk DPR RI,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan JM dan LS ini kemudian petugas melakukan pengembangan dengan menangkap J di Kantor Partai Gerindra di Tanah Karo. Barang bukti uang yang disita sebanyak Rp 190 juta.

Menurut pengakuan J, uang ini diterima dari KS yang merupakan seorang caleg. Petugas akhirnya mengamankan caleg bersangkutan. Polisi juga meringkus tim sukses lain berinisial S yang hendak membeli suara masyarakat untuk memilih SB caleg lainnya.

“Dalam kasus ini, petugas mengamankan uang sebesar Rp 2.810.000. Bawaslu akan memberikan rekomendasi, apakah hasil yang kami dapat bisa dilanjutkan dilakukan penyidikan. Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017, Pasal 523 Ayat 2 dengan ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp 48 juta,” sebutnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Karo Eva Juliana Pandia menyampaikan, OTT kali ini sudah cukup bukti dan bisa dilanjutkan ke tahapan penyelidikan. Apabila memang terbukti, kepada para calon apabila terpilih nantinya dapat disanksi dengan didiskualifikasi dari pencalonan. (bersat/red). 

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai