Polda Sumut Buru Tersangka Galian C di Binjai

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut masih memburu seorang tersangka lagi kasus pertambangan galian C yang diduga ilegal di Lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN II Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur Kota Binjai, ST. “Masih tetap kita proses,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Santama, Jumat (4/10/2019).

Masih dia, untuk tersangka ST ini pihaknya sudah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO). “Untuk yang bersangkutan sudah kita keluarkan DPO, anggota masih melakukan pengejaran”paparnya.

Saat disinggung mengenai ST telah aktif kembali di organisasi kepemudaan di Kota Binjai, Rony tidak mengetahui hal itu. Namun, dengan adanya informasi ini, ia akan memerintahkan anggotanya untuk mengejar keberadaan tersangka yang kemungkinan besar di Kota Binjai. “Kita akan cek kebenarannya,” terangnya.

Ditreskrimsus Polda Sumut sendiri telah menahan seorang tersangka dalam kasus ini yakni PT yang merupakan adik dari ST. Dalam kasus ini, berkas tersangka PT telah dikirim ke pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Kita sudah kirim pertama, tapi dikembalikan (P-19) karena masih kurang lengkap,” sebut dia. Kini pihaknya masih melengkapi kembali berkas perkaranya. “Sekarang masih kita lengkapi lagi, mudahan dinyatakan lengkap oleh Jaksa,” katanya lagi.

Sebelumnya, penyidik Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumut menetapkan ST sebagai tersangka dan DPO karena terlibat dalam praktik tambang ilegal (Galian C) di Desa Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Binjai. Dalam kaitan itu, Polda Sumut juga telah menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap adik ST, yakni PT.

PT ditangkap di sekitar rumahnya, Jalan Gunung Jaya Wijaya Lingkungan X, Kelurahan Binjai Estate, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Senin (13/8/2019) malam. Kasubdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu melalui Kanit Kompol A Robert Sembiring mengatakan, tersangka PT, dipersangkakan melanggar pasal 158 UU RI No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dan pasal 109 UU RI No 32 tahun 2019 tentang lingkungan hidup dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara denda Rp10 miliar.

Sebagaimana diketahui, penyidik Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Poldasu dipimpin Kasubdit AKBP Herzoni Saragih dan Kanit Kompol Robert Sembiring menggerebek tambang diduga ilegal (Galian C) di lahan eks hak guna usaha (HGU) PTPN2 Desa Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai pada Rabu (26/6/2019).(Red)

Bagikan berita ini