dilihat 89 kali

POLISI DAN APIP SERGAI DIMINTA PERCEPAT KASUS ADD PEMBANGUNAN JEMBATAN GANTUNG

TARGET24JAMNEWS.COM | SERGAI – Polres Serdang Bedagai diminta percepat penanganan kasus pembangunan Jembatan Desa Pamah Kecamatan Silindak Kabupaten Serdang Bedagai. Pembangunan Jembatan gantung yang baru dibangun di Desa Pamah Kecamatan Silindak Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2018 menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD)Tahun 2018 yang diduga terindikasi KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Melalui Sekjen DPD Lsm Topan-RI bapak sipayung menerangkan kalau timnya memantau pekerjaan pembangunan jembatan gantung di Desa Pamah sejak adanya laporan pengaduan masyarakat, kalau pekerjaan pembangunan jembatan gantung di Desa Pamah Kecamatan Silindak Kabupaten Serdang Bedagai telah di lapor ke Polres Sergai di nomor surat 142/PP.DPD/TOPAN-RI/05/19. Pembangunan Jembatan Gantung tersebut terkesan asal jadi yang dapat menimbulkan korban jiwa.

Sebab dari konfirmasi tanggal 21 Desember 2018 dilapangan bersama Kepala Desa Ibu Barus, perangkat desa dan kontraktor HT yang mengerjakan jembatan tidak dapat mengelak ketika dipertanyakan kualitas pembangunan tidak proporsional.

HT yang awalnya berkeras kalau pembangunan jembatan sudah sesuai standart pembangunan jembatan, HT menyebut dengan ucapan, “saya sarjana Insiyiur Teknik, tidak mungkin salah perhitungan”. Namun ketika diperlihatkan dokumen gambar awal pembangunan jembatan tersebut, HT mengaku salah dan semua perangkat Desa termasuk Kepala Desa terdiam. HT Meminta agar jangan di permasalahkan. Dan untuk kepentingan masyarakat yang menggunakan jembatan gantung itu sebagai akses jalan, kami DPD Lsm Topan-RI meminta kepada Kepala Desa dan Kontraktor bertanggung jawab terhadap Pembangunan Jembatan Gantung yang diambil dari Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 senilai Rp.514.279.000 yang terindikasi terjadi kerugian keuangan Negara, ujar sipayung.

Ditambahkan Sekjen, Laporan Pengaduan di Polres Sergai ternyata pasti berjalan walaupun pelan dengan bukti Perkembangan Hasil Penelitian Laporan di nomor surat B/66/II/2019/Reskrim tanggal 27 Februari 2019. Kami Lsm TOPAN-RI meminta kepada Polres Sergai dan Pemerintah Kabupaten Sergai agar memberi perhatian terhadap kasus ini agar dibongkar dan dapat dibangun kembali. Karena kalau tidak dibangun kembali dapat menghilangkan nyawa masyarakat yang menggunakannya ketika jembatan tersebut roboh sebelum masa usiannya.

Wartawan target24jamnews.com mengkonfirmasi melalui Kanit Tipikor Polres Sergai, “tim masih terus menangani, karena menjelang pileg dan pilpres, penanganannya sedikit lama, tapi kerjasama dengan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) Kabupaten Serdang Bedagai sudah diberikan”, ungkap Kanit.

Tampaknya Polres Sergai terkesan berselera mengembangkan penyidikan kasus pembangunan jembatan gantung di desa pamah. Yakni ingin membuktikan adanya dugaan unsur tindak pidana korupsi dalam kasus itu. Sementara hal itu, secara substansi kajian hukum sangat dibenarkan dalam konteksnya dengan penerapan prinsip pemberlakuan azas lex spesialis terhadap dugaan tindak pidana korupsi. Dengan meminta kepada APIP agar segera mencocokkan laporan pengaduan dari Lsm Topan-RI. (Pyg).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai