dilihat 903 kali

POLITISI PDI PERJUANGAN INI MINTA PROPAM POLDA SUMUT PERIKSA OKNUM SATNARKOBA POLRES LABUHAN BATU

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Diberitakan seorang pria, Suheri alias Eri Lantong (43) terduga terlibat peredaran Narkoba, ditemukan tidak bernyawa usai dibawa dan diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhan Batu, Sabtu (6/10) sekira pukul 01.30 wib.

Demikian dilansir dari www.lintaspublik.com yang mengatakan bahwa terduga Eri tewas diduga karena disiksa oknum Polres Labuhan Batu. 

Suheri mengalami lebam di sekujur tubuhnya pasca penangkapan, dilingkungan Paindoan, Kelurahan Rantauprapat, Labuhanbatu. Korban ketika itu ditangkap bersama rekannya berinisial Gunawan karena dugaan keterlibatan peredaran narkoba jenis Sabu-sabu, Jumat (5/10) malam. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di kawasan Paindoan Rantauprapat.

Informasi diperoleh, korban ketika digelandang ke Mapolres Labuhanbatu menggunakan mobil pihak Kepolisian dalam kondisi sehat. Bahkan penangkapan korban dan rekannya mengundang perhatian warga setempat.

“Dia sebelumnya sehat. Dia juga sempat makan miso di warungku,” ungkap salah seorang warga.

Bahkan, para warga saat menyaksikan penangkapan juga menegaskan ke pihak Kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya. “Jangan ada yang main pukul,” papar warga ketika itu. Tapi, sekira jam 01.30 wib, keluarga korban menerima kabar duka. Suheri ayah 4 anak ini, dikabarkan meninggal dunia.

“Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,” ujar Keponakan korban Agustina.

Tubuh Lebam

Sementara itu, dari sejumlah poto yang beredar, terlihat kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam dan di kening korban terlihat bekas luka seperti terkena benda runcing.

Setelah dimandikan , korban menjalani proses proses fardhu kifayah disholatkan dan di makamkan di perkuburan muslim Paindoan.

Punggung Almarhum Suheri alias Eri tampak memerah saat akan dimandikan keluarganya. Dok.Foto : www.lintaspublik.com

Sutrisno Pangaribuan Minta Polda Sumut Selediki Kematian Suheri 

Terkait kejanggalan kematian Suheri, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan ST., angkat bicara. Kepada wartawan politisi PDI Perjuangan ini meminta Polisi harus memfasilitasi visum terhadap korban Suheri. 

“Kepolisian harus memfasilitasi visum terhadap korban untuk memastikan penyebab kematian almarhum Suheri. Kita menganut azas praduga tidak bersalah, dimana seseorang yang diduga melakukan pelanggaran hukum hanya jika pengadilan telah memutuskan seseorang bersalah. Setiap tindakan menghukum seseorang tanpa proses pengadilan, itu merupakan pelanggaran hukum, main hakim sendiri. Maka semua aparat Polri yang terlibat dalam penanganan Alm. Suheri harus diperiksa oleh Propam Polri,” tegas Sutrisno saat dihubungi, Sabtu (6/10) malam.

Menurut Sutrisno, Polri harus menjunjung tinggi hukum dan hak azasi manusia, maka diminta atau tidak oleh keluarga, Polri harus berinisiatif untuk melakukan visum.

“Tidak seorang pun berhak mencabut nyawa seseorang kecuali keputusan pengadilan. Maka kematian tidak wajar dari seorang terduga pelaku tindak pidana, menjadi tanggung jawab aparat Polri yang melakukan penangkapan,” kata Sutrisno.

“Propam Polda Sumatera Utara diminta melakukan pemeriksaan terhadap oknum aparat Polri, yang terlibat dalam penanganan kasus ini, termasuk memeriksa pimpinan unit kerjanya,” tegasnya lagi.

Lebih lanjut kata Sutrisno, dalam upaya Polri melakukan penegakan hukum, maka dipastikan tidak boleh melakukan pelanggaran hukum.

“Tidak seorang pun berhak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun di Negeri ini. Sekali lagi, sebagai wakil rakyat yang menjunjung tinggi hukum, maka saya meminta agar Polri melakukan visum (otopsi) terhadap mayat almarhum Suheri agar keluarga dan publik mendapat informasi yang jujur dan terbuka, terkait penyebab kematian korban,” beber politisi yang dikenal vokal ini.

Sutrisno menambahkan, seluruh upaya Polri untuk menjelaskan penyebab kematian korban tanpa melalui visum (otopsi), merupakan upaya Polri membangun opini dan memengaruhi persepsi publik, dan itu tindakan melawan hukum.

“Tindakan seperti itu diyakini sebagai upaya menutupi sesuatu yang tidak benar,” pungkas juru bicara Capres nomor urut 1 Jokowi Ma’ruf ini.

Polres Labuhan Batu Belum Terkonfirmasi

Kapolres Labuhan Batu AKBP. Frido Situmorang SIK., saat dikonfirmasi terkait kematian Suheri, belum kunjung mendapatkan jawaban.

Sementara Kasat Res Narkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Heri Cahyadi mengatakan Suheri alias Eri ditangkap bersama rekannya Gunawan Jumat (5/10) sekitar pukul 22.00 wib, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Saat penangkapan sambungnya, personilnya berhasil menemukan barang bukti sebanyak 19 plastik sabu-sabu yang diantaranya ditemukan dari tersangka Gunawan alias JK dan dari sekitar rumah Eri.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu.Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhan Batu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Saat ditanya apakah ada catatan medis yang diberikan dokter untuk memastikan penyebab kematian Eri, Kadek mengaku bahwa dokter tidak ada memberi rekam medis, seperti dikutip dari www.lintaspublik.com. (red/lp/hum).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai