Polres Siantar Tidak Mampu Mengatasi Maraknya Balap Liar, Sumut Watch : Kapolres Harus Melakukan Program Krisis Emergency

TARGET24JAMNEWS.COM || SIANTAR – Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Septian Dwi dinilai tidak mampu mengatasi aksi balap liar yang semakin marak di kota Siantar, hal ini terlihat dimana aksi balap liar sering terjadi di inti kota, Rabu (21/11/2018) pukul 24.00 sepanjang jalan merdeka Kecamatan Siantar Barat, Kelurahan Proklamasi,

Aksi ugal-ugalan yang dilakukan kalangan remaja bahkan orang dewasa dinilai sudah sangat meresahkan warga, dimana aksi tersebut dilakukan tidak hanya pada saat malam minggu, bahkan hari-hari biasa pun di manfaatkan untuk melakukan aksi mulai dari pukul 24.00 hingga dini hari.

Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Septian Dwi ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai maraknya aksi balap liar mengatakan, telah melakukan razia gabungan yang dipimpin langsung oleh Kabagops,”Ada bang kemarin awal razia gabungan dibawah pimpinan kabagops turun tiap malam juga sudah ada patroli malam.

Septian beralasan tidak melakukan pengejaran kepada para pemain balap liar, guna untuk menjaga keselamatan,”kalau per satu-satu orang kebut-kebutan itu kalau dapat anggota pun pasti diberikan tindakan itu bang, cuma kita kan perhatikan keselamatan juga jangan sampai kita kejar jatuh nnti lain lagi beritanya bang.”katanya

Ketika di singgung kepada praktisi hukum yang juga ketua Sumut Watch, daulat Sihombing. Dengan maraknya aksi tersebut mengatakan agar Kapolres Kota Siantar, AKBP Heri Ompusunggu agar memberikan atensi terhadap aksi balap liar tersebut.

“Sumut watch meminta Kapolres agar memberikan atensi prioritas, bahkan atensi yang emergency terhadap balap-balap liar yang terjadi di kawasan kota Siantar, terutama di jalan merdeka dan jalan Sutomo yang secara rutin terjadi setiap malam sampai dengan dini hari.”ucapnya ketika ditemui di ruang kerjanya

Daulat beranggapan bahwa balap liar juga dapat menjadi ancaman keamanan dan kenyamanan di kota Siantar,”Karena ini juga sudah menjadi ancaman terhadap stabilitas keamanan, kenyamanan dan juga ketentraman kota apalagi sudah mengganggu jalan protokol, arus jalan umum dan juga ruko-ruko yang digunakan warga Siantar untuk beristirahat, termasuk aktivitas pedagang yang ada dari luar kota menuju Siantar terkait pedagang-pedagang pajak horas maupun pasar dwikora.”katanya

“Jika ini tidak segera ditangani, kita khawatir ini akan menjadi prakondisi dari maraknya kejahatan-kejahatan yang lain. Bahkan tidak mungkin Mereka menyaruh menjadi komunitas-komunitas balap liar sambil mengintai target-target atau korban yang lain.”tambahnya

Juga meminta perhatian kepada Kapolres agar segera menertibkan balap liar yang terjadi tiap malam di sepanjang jalan merdeka,”Maka dari itu, saya meminta kepada Kapolres Heri Ompusunggu supaya menjadikan ini sebagai satu program krisis yang emergency yang harus ditanggulangi oleh polres kota Pematangsiantar. Apalagi kepada Kapolres yang baru bertugas kita harapkan perhatian beliau agar segera ditertibkan.”ucapnya

“Kalau memang ada areal khusus untuk balap, silahkan aja membuat event event balap untuk menyalurkan bakat bakat mereka. Tetapi jangan terjadi di tengah kota, karena itu berbahaya. Dan ketika ada pengguna jalan yang berjalan di jalur normal, tiba-tiba mereka praktik balap liar, makanya bukan tidak mungkin pengendara yang berjalan di jalur normal menjadi korban.”

Terkait pernyataan Kasat Lantas yang mengatakan bahwa adanya patroli tiap malam, dan tidak mau melakukan pengejaran guna untuk menjaga keselamatan, Daulat mengecam pernyataan tersebut dan meminta agar menurunkan petugas-petugas yang lebih responsif dan reaktif.

“kalau misalnya dianggap ada tiap malam rutinitas patroli disitu, tidak lagi menangani dengan rutinitas, tetapi harus ada satu program yang spesifik atau respon yang cepat untuk menangani ini, jadi tidak boleh ditangani dengan secara patrol yang normal, Tetapi dengan patroli-patroli yang betul-betul dengan tindakan responsif atau reaktif. Disini kita butuhkan petugas-petugas yang reaktif untuk menangani ini.” cetusnya

“Pengejaran itu adalah soal teknis, ngapain ada istilah kalau dikejar takut kecelakaan. Tetapi jangan karena takut kecelakaan, polisi takut melakukan tindakan. Saya meminta kepada Kapolres yang baru agar menangani itu, agar mencegah kejahatan tidak merajalela, menjaga ketentraman kota maupun pengguna jalan termasuk warga-warga yang berada di sekitar ruko-ruko tersebut.”tutupnya(Dho)

Bagikan berita ini