Polres Simalungun Berhasil Amankan Dua Pengguna Sabu di Lokasi Berbeda

TARGET24JAM | SIMALUNGUN  –  Anggota Satnarkoba polres simalungun menerima informasi bahwa di jalan simpang silalahi gang impres kec.gunung maligas kab.simalungun sering sekali terjadi transaksi dan narkotika jenis sabu-sabu. –  Kamis (26/7/2018) sekira pukul 18.00 wib

Setelah mendapat informasi tersebut, personil polres Simalungun langsung melakukan penyidikan. Malam sekira pukul 19.30 WIB melihat dua pengendara sepeda motor dengan gerak-gerik yang mencurigakan.

Ketika melakukan penyergapan,Selamet (25) warga Jalan Medan simp kerang sari kel.sumber jaya II kec.siantar martoba kota pematangsiantar, berhasil diamankan. Akan tetapi pihak kepolisian gagal menangkap salah seorang teman tersangka berhasil kabur dari kejaran polisi.

Sementara saat dilakukan penggeledahan,dari tersangka selamet terdapat dua bungkus plastik klip yang berisikan narkoba jenis sabu. Setelah ditanyai pihak kepolisian, tersangka mengaku barang haram tersebut di dapat dari seseorang bernama Darwanto Saragih alias Anto (38).

Di lokasi berbeda sekira pukul 23.30 WIB pihak kepolisian berhasil mengamankan Anto di jalan mahoni kel. kahean kec.siantar utara kota Pematangsiantar, beserta barang 1 bungkus plastik klip yang berisikan narkoba jenis sabu, uang hasil penjualan senilai Rp. 180.000 dan 1 unit handphone merk Mito.

Tak sampai disitu, Anto yang saat itu di interogasi mengaku mendapat barang tersebut dari seorang pengedar berinisial DE. Dan sampai berita ini di naikkan, personil Satnarkoba polres Simalungun masih melakukan strategi untuk mengungkap keberadaan DE.

Kasat ResNarkoba AKP Juriadi Sembiring ketika dimintai keterangan,mengatakan pihak kepolisian akan terus melakukan pengembangan demi mengungkap peredaran narkoba di wilayah Simalungun.

“Pihak kepolisian Polres Simalungun akan terus melakukan pengembangan guna memberantas peredaran narkoba yang ada di daerah Simalungun, sementara kedua tersangka kita jerat pasal 112 jo 114 tentang penyalahgunaan narkoba dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,”tegasnya (Dho)

 

Bagikan berita ini