POLRES TAPSEL UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN, PELAKU DAN KORBAN SATU MARGA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  TAPANULI SELATAN – Polres Tapanuli Selatan berhasil mengungkap kasus pembunuhan Sandro Simanjuntak (40), warga Desa Purba Tua Kecamatan, Tantom Angkola, Tapanuli Selatan. Tersangka tak lain adalah Gimsar Simanjuntak (33).

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Mohammad Iqbal, SIK., melalui Kasat Reskrim, AKP. Ismawansa, SIK., kepada wartawan membenarkan penangkapan tersangka. 

“Tersangka sudah ditangkap dan mengakui membunuh Sandro Simanjuntak,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Binjai ini, Selasa (4/9) saat dihubungi.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, luar ruangan dan alam

Informasi yang diperoleh dari Polres Tapanuli Selatan, pembunuhan ini disebabkan perkara sepele. Pada Minggu (26/8/2018) sekitar pukul 20.00 WIB, tersangka sedang minum tuak bersama temannya, Charles Simanjuntak, di kedai milik Alpon Simanjuntak.

Beberapa saat kemudian, anak tersangka datang menemuinya. Setelah itu, datanglah Sandro Simanjuntak ke lokasi. Sandro lalu mengganggu anak tersangka hingga terucapkan makian dari mulut anak tersangka.  Mendengar makian dari anak kecil tersebut, Sandro kemudian marah.

“Dia (Sandro) bilang, siapa yang mengajarimu, biar aku bunuh. Bapakmu yang mengajari? Biar aku bunuh,” ujar Isma menirukan kata Sandro berdasar hasil pemeriksaan.

Gimsar yang saat itu tengah di bawah pengaruh minuman tuak seolah sakit hati dengan perkataan Sandro. Ia pun mengajak anaknya pulang ke rumah dan mengambil sebilah pisau. Gimsar kemudian kembali ke kedai milik Alpon tersebut.

Tersangka memberikan sebilah pisau yang dibawanya tersebut dan langsung memberikannya ke Sandro. Sandro pun mengambil pisau tersebut. “Kata tersangka, bunuh lah siapa yang mau kau bunuh,” ujar Isma. Suasana mulai memanas. Tersangka mengajak Sandro untuk minum tuak di tempat lain.

Mereka pun pergi menggunakan sepeda motor. Di tengah jalan, Sandro meminta Dimsar berhenti untuk buang air kecil. Emosi Dimsar kian memuncak tatkala Sandro menantangnya. Tersangka kemudian mendatangi Sandro dan perkelahian pun terjadi. Tersangka berhasil merebut pisau dari tangan Sandro.

“Tersangka membacokan pisau tersebut ke arah Sandro secara berkali kali yang mengenai kepala dan dada,” kata Isma.

Seperti diberitakan, Sandro Simanjuntak (40) ditemukan membusuk di kebun jagung di Desa Purbatua, Tantom Angkola, Tapsel, diduga kuat korban penganiayaan yang berujung kematian (pembunuhan). Itu diyakini, adanya beberapa luka tusuk di tubuh korban dan pisau yang didapat di sekitar tempat mayat ditemukan.

Setelah penemuan mayat Sandro Simanjuntak, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa orang saksi yaitu Saul Situmorang (60) dan Kimin Tumanggor, dua orang warga yang kali pertama menemukan mayat Sandro saat hendak menebang pohon karet di sekitar areal kebun milik Kolbert Simanjuntak (52).

Juga keterangan dari A Simanjuntak, yang diketahui Sandro terakhir kali masih sempat minum tual di lopo milik Bapak Udanya (pamannya) tersebut, Minggu (26/8) sore kemarin.

“Keterangan dari saksi-saksi juga sudah kita mintai, mudah-mudahan cepat terungkap,” tukas perwira pertama lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) ini.

Diketahui, sebelum mayat Sandro ditemukan Rabu (29/8) pagi kemarin, dari keterangan warga Sandro sempat minum tuak bersama temannya di kebun miliknya di Dusun Batu Nabotar, Desa Purbatua, Tantom Angkola, Tapsel, Minggu (26/8) siang. Sore harinya, bersama kedua temannya YD dan BS, mereka pergi ke lopo (warung) milik A Simanjuntak (Paman korban).

Di sana mereka kembali minum tuak beberapa gelas, dan kemudian kedua temannya meninggalkannya di lopo tersebut. Dan diketahui malam harinya, dari lopo pamannya, korban terlihat bersama salah satu warga yang dikenal korban dan pergi dengan menggunakan sepeda motor. Usai itu korban tidak diketahui lagi keberadaannya.

Rupanya ibu korban, Nuramida Boru Manullang merasa cemas dan sibuk mencari putranya yang tak kunjung pulang ke rumah. Selasa (28/8) siang, Nuramida mendatangi BS, teman korban yang diketahui sering bersama putranya.

Ia mendapat cerita, kalau Sandro memang ada bersama mereka, dan terakhir kali bersama di lopo A Simanjuntak, Minggu (26/8) sore. Setelah itu tidak tahu lagi. Bahkan, Nuramida meminta agar BS menghubungi nomor HP anaknya, namun tak kunjung diangkat dan mendapat jawaban.

Kekhawatiran Nuramida pun berakhir kesedihan, Rabu (29/8) pagi, ia mendapat kabar putranya yang tak pulang selama tiga hari itu sudah ditemukan. Sandro ditemukan warga di kebun jagung milik Kolbert Simanjuntak, warga yang sama.

Kondisinya cukup mengenaskan, tidak bernyawa, hitam membusuk dan mulai berbelatung. Kedua tangannya terlipat ke belakang, mengenakan kaos hijau dan celana jeans. Dari keterangan beberapa warga, ada luka tusuk di beberapa tubuh korban.

Dan tak jauh dari tempat mayat ditemukan, juga didapat pisau yang tertancap di pohon aren. Diduga kuat, korban sempat mendapat kekerasan dan penganiayaan hingga akhirnya tewas di kebun jagung. (RED/TINUS/JPN/TRI).

Bagikan berita ini