Polresta Depok dan Polsek Pancoran Mas Gelar Pra Rekonstruksi Pembunuhan Bayi 3 Bulan

TARGET24JAMNEWS.COM  |  DEPOK – Satreskrim Polresta Depok dengan Polsek Pancoran Mas menggelar pra rekonstruksi terhadap kasus kematian Mutia, balita tiga tahun, Rabu (30/1/2019)

Anak bungsu pasangan Slamet dan Retno yang tinggal di Perum Villa Santika Blok F.10, RT.07/01, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, dibunuh oleh pengasuhnya.

Pengamanan jalannya pra rekonstruksi dijaga ketat oleh anggota Unit PPA, juga tim Jaguar Polresta untuk menjaga pelaku R (66) dari amukan warga di lokasi kejadian.

Dengan mengenakan daster hijau dibalut kaos tahanan warna kuning, dan diapit dua anggota polwan dari unit PPA dan Jaguar, pelaku berjalan memasuki rumah mantan majikannya Retno yang berlantai dua tersebut.

Para tetangga yang ingin melihat dari dekat, sempat mengerumuni pelaku sambil sesekali memaki pelaku sebagai pembunuh.

“Penjagaan ketat terhadap pelaku dilakukan petugas untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto didampingi Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor bersama Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus di lokasi kejadian.

Kapolresta Depok Kombes Pol Didik menyebutkan, berdasarkan hasil BAP terhadap Pelaku, akan diperagakan sebanyak 27 adegan mulai dari sebelum dan sesudah bayi Mutia diketahui meninggal.

“Saksi dan pelaku kami hadirkan di TKP untuk melakukan adegan pra rekon,” kata Kombes Pol Didik.

Kombes Pol Didik mengungkapkan tujuan pra rekonstruksi digelar di TKP adalah untuk mengetahui bagaimana cara menghabisi bayi tidak berdosa tersebut.

“Pelaku mengambil adegan diperagakan mulai dari ibu Mutia menitipkan bayinya tersebut ke R hingga sampai dinyatakan tewas akibat kekerasan,” tambah Kombes Pol Didik. “Dengan melakukan pra rekon ini sebagai pelengkap berkas kasus pembunuhan Mutia.”

Nurlela (37), tetangga rumah korban menyebutkan pelaku sebaiknya dihukum berat atas perbuatannya dengan keji menghabisi Mutia.

“Saya baru tahu kalau pelaku merupakan pembantu baru yang ngurusin Mutia. Sebelumnya ada wanita juga warga kampung sebelah tapi sudah tidak lagi bekerja,” tuturnya.

Ibu rumah tangga ini mengungkapkan sebelum peristiwa sempat mendengar suara tangisan kejer Mutia dari dalam rumah.

“Saat itu mau mengantarkan anak ke sekolah sempat terdengar suara tangisan mutia yang kejer dari dalam rumah. Namun setelah itu melihat pelaku mengendong Mutia yang ternyata diketahui sudah tidak bernyawa tersebut,” tutupnya. (RED/PMJ). 

Bagikan berita ini