POLRESTABES MEDAN TANGKAP PELAKU PEMBUNUHAN

TARGET24JAM.COM | MEDAN —Dalam waktu 14 jam tim pegasus Polrestabes Medan beserta tim pegasus Polsek Medan Baru dapat meringkus Desrifal (21), terduga pelaku pembunuhan terhadap Budianto alias Ardila Putri, di depan gerai Alfamidi, Jalan Karya, Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (8/7/2018) dinihari.

Hasil interogasi oleh petugas ditambah dengan bukti lainnya, pemuda itu akhirnya mengaku telah melakukan pembunuhan di kamar 361, Hotel 61, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah. Desrifal mengakui bahwa dia menghabisi nyawa Budianto dengan cara mencekik dan menjerat leher teman kencannya itu dengan kabel.

Namun, ketika polisi melakukan pengembangan untuk mencari alat bukti kabel yang digunakan menjerat korban, Desrifal disebut melakukan perlawanan kepada petugas. Akibatnya, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melepas peluru ke kakinya.

“Terhadap tersangka diberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan. Kemudian dilakukan tindakan tegas terukur yang mengenai kaki tersangka sebanyak 5 peluru,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira.

Selanjutnya, Desrifal dengan kondisi berlumuran darah di kedua kakinya diboyong ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan, sebelum dibawa ke Mapolrestabes Medan.

Dari pengungkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa; 1 unit kreta Honda Scoopy warna abu-abu, 1 jaket warna abu-abu yang dipakai Desrifal saat melakukan pembunuhan, dan sepasang sepatu warna hitam putih milik pemuda itu.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang milik Budianto dari lokasi pembunuhan yakni; 1 unit HP merk Samsung, 1 unit HP Vivo, 1 koper warna hitam dan dompet warna hitam.

“Atas perbuatannya, tersangka terancam dengan pasal 340 KUHPidana yakni, pembunuhan berencana,” pungkas Yudha.

Diketahui, Budianto ditemukan tewas di salah satu kamar 316 di Hotel 61 Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Petisah, Medan Petisah, Sabtu (7/7) pagi.

Jasadnya ditemukan dalam posisi telungkup, dengan kondisi tanpa busana dengan tangan dan kaki terikat, serta mulut dibekap lakban. Pihak hotel kemudian melaporkan peristiwa itu kepada pihak berwajib. (Arvian)

Bagikan berita ini