POLSEK MEDAN TIMUR AMANKAN PENGEDAR UANG PALSU

TARGET24JAM | MEDAN – Unit Reskrim Polsek Medan Timur berhasil mengamankan 2 orang pengedar uang palsu di Jalan Beringin Pasar VII Kecamatan Percut Sei Tuan.

Dalam penangkapan itu turut diamankan barang bukti 8 lembar uang palsu pecahan Rp100 Ribu, 24 lembar uang Rp50 Ribu, 21 lembar uang Rp20 Ribu dan barang bukti printer dan komputer.‎

Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu menjelaskan kedua tersangka yang diamankan yakni Syahri Ramadhan Dongoran (40) dan Deni Alvi Maulana (24).Selasa(5/6/2018)

“Kita memprediksi adanya aksi kejahatan lain (meningkat) menjelang lebaran, dan ternyata hasil penyelidikan ada dua orang pengedar upal di Percut,” katanya.

Senin (4/6) kemarin, personel Polsek Medan Timur kemudian membekuk dua tersangka pengedar upal dari dua lokasi terpisah yakni di Pasar VII Percut Sei Tuan, dan Jalan Sederhana Tembung.

“Dari pemeriksaan di badan tersangka SAP (Syahri) ditemukan barang bukti uang palsu dari kantong bajunya,” ungkapnya.

“Pengakuannya dua kali, diedarkan di wilayah Percut di warung warung sebanyak Rp2,4 Juta modusnya dengan cara belanja di warung,” kata Wilson.

Dua tersangka pengedar uang palsu yang dibekuk Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur diketahui mencetaknya dengan cara otodidak. Ia menjelakan, tersangka SRD (40) merupakan orang yang menyuruh untuk membuat uang palsu, sedangkan tersangka DAM merupakan orang yang mengedit uang palsu di komputer untuk selanjutnya dicetak.

“Tersangka SRD merupakan penjaga sekolah di Pasar VII Percut ,dia yang menyuruh mencetak, sedangkan DAM yang mengedit,” sebutnya.

Tersangka ini memakai modus operandi mencari gambar  di laptop dan printer, ada gunting lem untuk membuat pitanya seolah baru.

Sekilas, upal ini kelihatan mirip dengan uang aslinya, namun bila diperhatikan seksama maka akan ketahuan uang itu palsu.

“Mereka mengedarkan upal di Percut, masyarakat dihimbau berhati hati dengan peredaran upal menjelang lebaran,” tandasnya.

Akibat perbuatannya tersangka diganjar dengan Pasal 36 ayat 1 dan 3 UU No 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara.(Jgw)

Bagikan berita ini