PRIA INI HABISI NYAWA SEORANG ANAK BERUSIA 4 TAHUN DI TAPSEL

TARGET24JAMNEWS.COM  |  TAPANULI SELATAN – Sahat Gadang Tarihoran (26), warga Dusun Muara Pardomuan, Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, ditangkap Satreskrim Polres Tapsel, Rabu (10/10) siang. 

Tersangka adalah pelaku pembunuh bocah lima tahun yang masih tetangganya, AP (4). Tersangka diamankan tanpa perlawanan, dan pria ini diduga mengalami gangguan jiwa.

Menurut saksi mata, saat ditemukan, pelaku masih dalam kondisi memegang sebilah parang yang diduga digunakannya membacok AP yang masih tetangganya hingga tewas. Penangkapan pelaku juga berlangsung aman singkat, tanpa perlawanan.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP. Muhammad Iqbal SIK.,melalui Kasat Reskrim AKP. Ismawansa SIK., saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersangka, Rabu (10/10) malam.

“Benar bahwa pelaku kita amankan terkait kasus pembunuhan terhadap anak berinisial AP. AP mengalami luka robek di bagian belakang sebelah kanan kepala korban, dan meninggal dunia di tempat,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Binjai itu.

Ismawansa menceritakan kronologis kejadian bermula pada Senin (8/10) siang, korban AP bermain di depan rumahnya. Kemudian pelaku datang dengan menenteng parang dan mengayunkan parang itu kearah kepala belakang korban, sehingga membuat korban luka robek di kepala bagian belakang dan akhirnya meninggal dunia. 

“Setelah pelaku membunuh korban, kemudian pelaku masuk kedalam rumah korban melakukan pengrusakan. Selanjutnya pelaku langsung melarikan diri ke arah hutan belakang perkampungan,” beber Kasat Reskrim.

Masih kata Kasat Reskrim, pada Rabu (10/10) sekira pukul 14.00 wib, berdasarkan informasi masyarakat tersangka diketahui berada di perkebunan Salak, dan akhirnya pelaku ditangkap. 

“Tersangka diketahui bersembunyi di perkebunan Salak di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan. Yang memimpin penangkapan langsung oleh bapak Kapolres,” jelas Ismawansa.

Turut bersama tersangka disita sebagai barang bukti yakni, 1 buah parang dan 1 pasang baju milik korban.

“Tersangka kita jerat dengan pasal pembunuhan berencana dan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati, pasal 340 sub 338 KUH Pidana dan pasal 80 ayat 3 UU RI No. 17 tahun 2016,” pungkas Kasat Reskrim.

Pelaku Alami Gangguan Jiwa

Berdasarkan informasi dari warga, pelaku mengalami gangguan jiwa dan lepas dari pasungan. Setelah membacok bagian belakang kepala korban, pelaku langsung melarikan diri. Korban masih sempat berlari ke dalam rumah, dan akhirnya tewas disaksikan orang tuanya.

“Setelah korban dibacok, dia masih sempat minta tolong dan masuk ke dalam rumah. Akhinya jatuh dan meninggal,” ujar warga, Muallim sesuai keterangan dari ayah korban.

Sebelum kejadian, keluarga pelaku sempat melapor ke pihak Desa Sisundung, Angkola Barat, tempat mereka tercatat sebagai penduduk memberitahukan tentang anak mereka (pelaku) yang lepas dari pasungan. Dan minta dibantu dilakukan pencarian untuk diamankan. Sayangnya, belum sempat ditemukan, pelaku berbuat brutal dan menghilangkan nyawa warga.

“Kata keluarganya (pelaku), sudah lebih empat bulan dipasung. Dan diduga mengalami gangguan jiwa akibat tidak direstui menikah,” sebut Mualim (RED/HUM). 

Bagikan berita ini