PUNGLI DI PASAR MARELAN, POLDA SUMUT TANGKAP 4 TERDUGA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Direktorat Kriminal Khusus bekerjasama dengan Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatera Utara melakukan penangkapan terhadap 4 terduga pelaku pungutan liar di kawasan Pasar Marelan, Medan, Jumat (24/8) sekira pukul 12.00 wib.  Hal itu disampaikan sumber terpercaya di Polda Sumut kepada www.target24jamnews.com.

” Ya benar, ada kita amankan 4 terduga pelaku pungli dan sudah kita bawa ke Mapolda Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut. Satu diantaranya yakni kepala pasar. Informasi awalnya kita terima dari Kasubdit 3 Tipikor Polda Sumut, AKBP. Doni Sembiring dan dilanjutkan kepada pihak kita, dan jika ada salah satu pelakunya yakni oknum aparatur sipil negara maka dipastikan kasusnya ditangani oleh Krimsus Polda Sumut,” ujarnya sambil meminta namanya tidak disebutkan.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Polda Sumatera Utara.

Ditempat terpisah, Kapolda Sumut, Brigjen.Pol. Agus Andrianto saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut mengaku belum mengetahui.

“Kita cek ya. Jika benar, ya kita apresiasi karena sudah menjadi atensi kita berantas pungli,” kata jenderal bintang satu tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa pedagang di Pasar 5 Marelan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, mengeluhkan maraknya pungutan liar. Hal itu dikemukakan salah seorang perwakilan pedagang, P. Br. Nainggolan kepada www.target24jamnews.com, saat disambangi di Pasar 5, Minggu (19/8) sekira pukul 14.00 wib.

“Kami sangat resah dengan adanya pungutan yang bagi kami nggak resmi pak. Sewa kios itu sesuai dengan kesepakatan di Pemko Medan oleh pak Sekda hanya 5 hingga 7 juta rupiah per kios. Tapi prakteknya, kios itu disewakan sebesar 15 hingga 20 juta rupiah,” kata Br. Nainggolan ketus.

Lebih lanjut urai ibu yang mengaku sudah tahunan berdagang di Pasar Marelan tersebut mengaku menyesal dengan ulah oknum organisasi yang mengatasnamakan pedagang tersebut.

“Ada yang kuasai sewa menyewa di Pasar Marelan ini, namanya P3TM. Kepanjangannya Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan. Oknum ketuanya berinisial AG, yang menjadi penagih sewa menyewa kios ini. Bervariasi harganya, ada yang 15 juta sampai 20 juta lah. Kok jadi dia yang menagihnya, sedangkan pasar tersebut kan milik PD Pasar, semua sewa kios yang didalam dan diluar disetor sama mereka itu” katanya dihadapan beberapa pedagang.

Gambar mungkin berisi: luar ruangan
Kios yang disewakan senilai 15 hingga 20 juta rupiah.

Para pedagang berharap kepada Pihak Polda Sumatera Utara agar mampu mengamankan para pelaku pungli yang memang meresahkan pedagang tersebut. Pedagang meminta Kapolda Sumatera Utara tegas, untuk memberikan sanksi kepada para pelaku pengutipan sewa kios.

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
Salah satu bukti kwitansi pembayaran sewa kios. Sewa kios tersebut diserahkan kepada P3TM salah satu organisasi yang mengatasnamakan pedagang.

“Kami meminta bapak Kapolda Sumut agar mendengar jeritan hati kami. Karena Presiden bilang berantas pungli. Kami minta Polda Sumut berani tangkap para pelaku tersebut. Kami punya sejumlah bukti kutipan itu. Dan itu nggak sah. Karena yang melakukan pengutipan sewa bukan pegawai dinas pasar,” pungkasnya.

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
Surat edaran dari Sekretaris Daerah Kota Medan yang menjelaskan uraian harga sewa kios di Pasar Marelan.

Dari hasil investigasi awak media, terlihat beberap kwitansi sebagai bukti penyerahan uang tunai penyewaan kios. Masing-masing harga sewa bervariasi, mulai 15 hingga 20 juta rupiah. 

Pedagang juga memperlihatkan bukti surat rekomendasi dari Sekretaris Daerah Kota Medan yang menerangkan bahwa harga sewa yang dikutip sesuai dengan surat edaran tersebut. (RED/TIM). 

Bagikan berita ini