Rusia akan Mutakhirkan Persenjataan Suriah Walau Diprotes Israel

TARGET24JAMNEWS.COM | RUSIA — Rusia akan mengirim sejumlah rudal anti-pesawat terbaru ke Suriah, seminggu setelah pasukan Suriah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Rusia saat terjadinya serangan udara Israel.

Sistem pertahanan rudal modern Rusia S-300 itu akan dikirimkan dalam tempo dua minggu.

Pesawat pengintai Rusia itu jatuh pada Senin lalu setelah Suriah membalas serangan jet Israel terhadap sasaran di provinsi Latakia. Namun Israel bersikeras menyalahkan militer Suriah dalam insiden itu.

Dan kini Israel memperingatkan Rusia bahwa memberikan rudal S-300 kepada “aktor yang tidak bertanggung jawab” akan membuat kawasan itu lebih berbahaya.

Penasihat keamanan nasional AS John Bolton mendesak Rusia untuk mempertimbangkan kembali keputusan yang disebutnya akan menyebabkan `eskalasi signifikan` dalam perang saudara Suriah.

Rusia memiliki pangkalan udara di Suriah yang digunakan melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan Presiden Bashar al-Assad.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pengiriman sistem S-300 dihentikan pada 2013 menyusul permintaan dari Israel, tetapi katanya: “Sekarang, situasinya telah berubah. Dan itu bukan kesalahan kami.”Â

“Di beberapa bagian Laut Tengah (Mediterania) yang berdekatan dengan Suriah, akan ada gangguan radio-elektronik pada navigasi satelit, radar dan sistem komunikasi yang digunakan oleh pesawat militer yang menyerang sasaran di wilayah Suriah,” katanya.

Sistem ini juga akan dapat melacak dan mengidentifikasi pesawat Rusia.

Jatuhnya pesawat Rusia

Pesawat angkut Rusia Ilyushin Il-20 dilaporkan jatuh sekitar 35km dari pantai Suriah, saat dalam penerbangan pulang ke pangkalan udara Hmeimim Rusia dekat kota Latakia.

Awalnya, kantor berita Rusia Tass mengatakan bahwa pesawat itu “menghilang dalam serangan oleh empat jet F-16 Israel di fasilitas Suriah di provinsi Latakia”.

Laporan-laporan media pemerintah Suriah membahas tentang terjadinya serangan di daerah itu sesaat sebelum pesawat itu menghilang. Menurut kantor berita Sana, militer mengatakan telah mencegat “rudal musuh yang datang dari laut terbuka menuju kota Latakia”.

Televisi Suriah juga melaporkan terjadinya ledakan di langit Latakia sebelum pukul 22:00 waktu setempat. Tiga puluh menit kemudian, halaman Facebook Sana melaporkan bahwa pertahanan udara Suriah telah mencegat rudal musuh.

Apa yang dikatakan Rusia?

Pada hari Minggu (23/9), Rusia menegaskan kembali pandangan mereka bahwa jet Israel telah menggunakan pesawat pengintai Rusia sebagai tameng saat melakukan serangan di Suriah.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan Israel tidak memberikan pemberitahuan yang memadai tentang serangan itu, membuat pesawat Rusia berada di jalur tembakan sistem pertahanan udara Suriah.

“Tindakan pilot pesawat-pesawat tempur Israel, yang mengakibatkan hilangnya nyawa 15 tentara Rusia, setidaknya merupakan perbuatan kejahatan kelalaian setidaknya, atau karena kurang profesional,” kata juru bicara kementerian.

Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon pada hari Senin bahwa keputusan untuk memperkuat pertahanan udara Suriah “terutama ditujukan untuk menggagalkan setiap potensi ancaman terhadap hidup anggota dinas militer Rusia,” kata Kremlin.

Bagaimana tanggapan Israel?

PM Netanyahu memperingatkan kepada Putin bahwa “menyediakan sistem senjata canggih untuk aktor yang tidak bertanggung jawab akan melipat-gandakan bahaya di kawasan tersebut,” seperti dikutip kantor perdana menteri.

Dia juga mengatakan Israel “bertekad untuk menghentikan peningkatan militer Iran di Suriah, serta mencegah upaya Iran, yang menyerukan penghancuran Israel, untuk mentransfer ke senjata mematikan kepada Hizbullah (untuk digunakan) melawan Israel”.

Kelompok militan Syiah Hizbullah Lebanon dan pemerintah Iran adalah sekutu pemerintah Suriah.

Netanyahu juga menyatakan keyakinannya pada kredibilitas pernyataan militer Israel tentang apa yang terjadi mengenai ditembak jatuhnya pesawat pengintai Rusia.

Militer Israel bersikeras bahwa jet-jetnya sudah kembali berada di wilayah udara Israel pada saat Il-20 dihantam rudal dan menegaskan tanggung jawab atas insiden itu terletak pada militer Suriah

Mungkinkah S-300 mengubah keadaan?

Israel mengaku bahwa selama 18 bulan terakhir telah melancarkan lebih dari 200 serangan terhadap sasaran-sasaran Iran di Suriah.

Dalam periode itu, hanya satu jet Israel yang diketahui telah ditembak jatuh – sebuah F-16 yang jatuh di Israel utara.

Israel sudah sejak lama berusaha untuk membujuk Rusia untuk tidak memasok S-300 ke Suriah.

Meskipun bukan sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia yang paling canggih, para ahli menempatkan sistem S-300 ini sejajar dengan sistem anti rudal AS, Patriot .(viv/am)

Bagikan berita ini