Selain Madina, Paluta Juga Dikabarkan Banjir

TARGET24JAMNEWS.COM  |  PALUTA – Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sejumlah desa di kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terendam banjir. Sejumlah rumah warga serta fasilitas umum di sejumlah desa tergenang air hingga mencapai kedalaman 1 meter, Minggu (14/10).

Selain itu, banjir yang diakibatkan oleh luapan arus air sungai Barumun tersebut juga mengakibatkan sejumlah titik jalan utama di Kecamatan Simangambat tergenang air dan tidak bisa dilalui kendaraan dan warga.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Paluta Ridwan Efendi Daulay SSTP didampingi Kabid Kedaruratan Nuar Siregar mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan sejumlah personil BPBD dan tim reaksi cepat (TRC) sejak Sabtu (13/10) dengan dibantu oleh personil kepolisian di Polsubsektor Simangambat.

Katanya, ada 5 titik jalan utama yang terputus akibat banjir yakni titik pertama sebelum jembatan Panton sepanjang sekitar 20 meter dengan kedalaman air 40 cm. Titik kedua setelah jembatan panton sekitar 40 meter dengan kedalaman air mencapai 40 cm. Titik ketiga menuju jembatan yang kedua sepanjang sekitar 25 meter dengan kedalaman 45 cm. Titik keempat setelah jembatan kedua sepanjang 200 meter kedalaman air mencapai 70-80 cm dengan arus yang cukup deras.

“Di titik keempat arus air cukup deras dan di titik keempat inilah tim BPBD beserta TRC kita pusatkan untuk mengevakuasi masyarakat yg akan menyeberang dengan menggunakan perahu lipat portbale BNPB satu unit dengan kapasitas 6 orang. Karena titik keempat arus sangat deras dan hanya bisa dilalui oleh perahu penyeberangan,” jelasnya.

Sedangkan untuk titik kelima menuju pos Polsubsektor air menggenangi jalan sepanjang sekitar 150 meter dengan kedalaman air 1 meter atau mencapai pinggang orang dewasa.

Lanjutnya, banjir yang diakibatkan meluapnya arus sungai Barumun beserta 3 anak sungai lainnya mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat dipastikan tidak bisa melintas di jalan utama kecamatan Simangambat dan evakuasi terhadap masyarakat yang melintas hanya bisa menggunakan angkutan air seperti perahu lipat portabel.

“Personil kita dibantu personil kepolisian Polsubsektor Simangambat masih membantu warga untuk evakuasi menggunakan 2 unit perahu portabel yang kita pusatkan di 2 titik yakni titik ke empat dan titik kelima di lokasi banjir,” katanya.

Masih menurut Ridwan, banjir juga menggenangi sejumlah desa dan desa yang paling parah adalah dusun Sungai Rodang didesa Pagaran Tonga, dimana ada puluhan rumah dari 68 kepala keluarga (KK) yang sudah tergenang air selama 3 hari dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

Dikatakannya, untuk saat ini pihaknya sudah mengarahkan sejumlah personil BPBD kedesa tersebut untuk membantu warga dan mendirukan tenda-tenda pengungsian di daerah sekitar yang tidak terdampak luapan air hingga kondisi sungai kembali normal dan banjir surut kembali.

“Kita akan mendirikan tenda pengungsi dan menunggu banjir surut sembari mengupayakan bantuan yang dibutuhkan oleh warga sekitar,” katanya.

Pada kesempatan ini, ia juga sudah meminta dan menyarankan seluruh masyarakat terutama pihak pemerintah desa setempat membuat pos jaga malam untuk memantau perkembangan luapan sungai sehingga dapat diantisipasi terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, kepada pemerintahan kecamatan untuk mengimbau warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan meningkatnya debit air sungai yang dikhawatirkan meluap dan hingga ke daerah pemukiman warga. (MTS/JPNN/RED). 

Bagikan berita ini