dilihat 218 kali

SEMINGGU BERLALU, POLSEK PERCUT SEI TUAN BELUM MENANGKAP PELAKU KEKERASAN TERHADAP PELAJAR

TARGET24JAMNEWS.COM  |  MEDAN — Seminggu berlalu sejak Rabu 13 Pebruari 2019, terduga pelaku kekerasan terhadap Riko Fernando (15), warga Kecamatan Medan Area belum tertangkap. Keluarga Riko mempertanyakan kinerja Polsek Percut Sei Tuan terkait kasus kekerasan ini, yang mengakibatkan korban mengalami luka berat pada bagian kepala depan.

“Kita sudah sampaikan semua keterangan pada penyidik. Dan saksi juga sudah diperiksa, tapi pelakunya belum juga tertangkap. Waktu dilaporkan kemarin, tersangka masih berkeliaran. Sekarang ya sudah larilah,” ujar kerabat korban yang meminta namanya tidak disebutkan, Sabtu (23/2).

Lebih lanjut kata kerabat korban, pihak Polsek Percut Sei Tuan diminta tegas dalam memberikan kepastian hukum bagi mereka.

“Kita minta ketegasan polisi. Jangan berlarut-larut kasus seperti ini. Ini membuat masyarakat kurang percaya dengan kinerja polisi yang dinamakan profesional. Saya mohon kepada pak polisi yang tugas di Percut Sei Tuan, untuk segera menangkap pelaku serta memprosesnya,” harap narasumber.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SIK melalui Kanit Reskrim Iptu MK Daulay saat dikonfirmasi menyampaikan segera akan mengamankan pelaku.

“Kalau kasus penganiayaan terhadap anak itu bro, tersangka belum tertangkap dan masih pencarian, kalau ada info keberadaannnya bro kasih tau ke kita, trims,” ujar Iptu MK Daulay.

Seperti diketahui, seorang pelajar bernama Riko Fernando (15) warga kecamatan Medan Area, harus merasakan penderitaan bertubi-tubi. Setelah dirinya diejek dengan sebutan ‘orang China’, remaja ini juga menerima aksi kekerasan yakni dihantam dengan sebilah kayu oleh orang tak dikenal bernama Stepen Sinaga (15), di Jalan Pukat 7, Kecamatan Medan Area, Rabu (13/2/2019) sekira pukul 14.30 wib.

Spontan saja, akibat hantaman kayu tersebut kepala bahagian depan Riko, tepatnya didekat pelipis luka parah dan mengalami retak dan harus dilakukan operasi di Rumah Sakit Deli, Medan.

Informasi yang dihimpun redaksi, saat itu Riko akan beranjak lokasi kursus sorenya. Hingga tidak sengaja, remaja yang masih duduk dibangku kelas II SMP ini bertemu dengan pelaku.

“Saat itu anak saya mau les sore. Dan lewat dari jalan Pukat 7, untuk menjeput kawannya. Jumpalah dengan pelaku, dan pelaku bilang anak saya ‘hei orang China’,” ujar ibu korban, Cindy.

Cindy mengatakan Riko kemudian dipukul dan ditendang, dan tidak sampai disitu saja, pelaku dengan beringasnya mengambil sebuah kayu lalu menghantam kepala bahagian depan putera ketiganya itu.

“Anak saya nggak pernah tau berkelahi. Dan anak saya penurut sama siapapun. Entah kenapa anak saya jadi korbanlah. Kepalanya retak dan bolong bagian depan. Dan harus dioperasi kata dokter. Karena ada serpihan barok kepala itu masuk dalam otak anak saya,” tutur Cindy sambil menangis menahan sedih.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban sudah mulai membaik. Saat ini korban dirawat dikediamannya dikawasan jalan H. Cokro, Medan. (RED/HUM).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai