SIDANG PEMBUNUHAN DI SAMOSIR, ADVOKAT INI TEGASKAN BAHWA KASUS ITU PEMBUNUHAN BERENCANA

TARGET24JAMNEWS.COM  |  PANGURURAN — Walaupun langit runtuh hukum harus ditegakkan di PN Balige dan PN Balige, itulah yang terucap oleh Robert Imbang Tamba,SH &  Partners selaku penasehat hukum (PH) korban Akner Rumapea usai mengikuti sidang di di Gedung PN Balige, Samosir, Kamis (16/5/2019).

Jebolan Perari ini mengungkapkan akan memperjuangkan kasus tersebut hingga putusan inkrah atau berkekuatan hukum tetap. 

“Para terdakwa tega menghabisi nyawa korban dengan sadis. Perbuatan kedua terdakwa merupakan suatu tindakan pidana yang telah terencana, maka kita minta JPU menetapkan pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana kepada kedua terdakwa, ” kata Robert Imbang Tamba usai persidangan. 

Sambung Robert menegaskan kedua terdakwa harus di hukum sesuai dengan perbuatannya.

“Diatas langit masih ada langit. Kita juga akan menyeret dalang dibalik ini hingga mendudukannya di kursi persakitan,” tegasnya. 

Sebelumya, setelah ditunda di Pengadilan Negeri (PN) Balige, Rencana Pembcaan Tuntutan (Rentut) terhadap terdakwa Jauba Sinaga (63) warga Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir dan terdakwa Monang Sitohang alias Ama Martohap (49) penduduk Desa Hatoguan Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir. Kembali ditunda di Pengadilan Negeri Balige di Samosir di Jalan Dr Hadrianus Sinaga Pangururan, Kamis (16/5/2019) siang.

Sidang lanjutan Rentut tersebut kembali dilaksanalan pekan depan pada Senin (20/5/2019) di PN Balige. 

Amatan di dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Paul Marpaung,SH mempersilahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Crispo Mual Natio Simanjuntak, SH didampimgi Nova Marharetta SH, menyampaikan agenda pembacaan tuntutan kembali dilanjutkan pada Senin (20/5/2019) di PN Balige. 

Mendengar penyampaian dari JPU Crispo Mual Natio Simanjuntak, Hakim Ketua Paul Marpaung, SH merasa terkejut mendengar ucapan JPU tersebut. 

“Penundaan pembacaan tuntutan ini sudah yang tiga kalinya ditunda. Jika Senin depan tetap ditunda juga maka saya akan memerintahkan Hakim Ketua di Balige untuk membacakan penetapan tuntutan,” ujar Hakim Ketua dengan kesal sambil menutup sidang dengan mengetuk palu.

Seperti diketahui, peristiwa pembunuhan terjadi di Desa Pardomuan Nauli , Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir . Kejadian yang bikin heboh warga pada Senin (20/8/2018) itu diduga dipicu persoalan sepele.

Afner Rumapea alias Ama Julinda tewas bersimbah darah di perladangan Barumbung, Desa Pardomuan akibat penganiayaan. Ia diduga telah mencuri demban(daun sirih) dari perladangan Monang Sitohang (40) warga Lumban Dolok, Desa Hatoguan, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir ,Sumatera Utara.

Diduga motif pembunuhan karena adanya dendam antara pelaku dan korban.

Polisi mengidentifikasi dan cek tkp

Melihat Akner Rumapea mengambil daun sirih , pelaku langsung marah dan mengejar. Korban pun berlari dan terjatuh.

Disebutkan lagi, pelaku melakukan pembacokan sebanyak delapan kali ke beberapa bagian tubuh korban. Luka bacok itu mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat kejadian. (RED/REL/NCOR).

Bagikan berita ini