Polda Bali Tangkap Dua Pelaku Pengedar Amankan Pil Koplo Sebanyak 33.400 Butir

TARGET24JAMNEWS.COM || BALI – Dua orang tersangka pengedar pil koplo bernama Adi Maluku Wantono (32) dan Ayub Cristianto Nugraha (32) berhasil di tangkap oleh jajaran Polda Bali, dalam penangkapan tersebut juga, polisi berhasil mengamankan sebanyak 33.400 butir pil koplo.

“Betul ada penangkapan,” jelas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol. Syamsi, Jumat (06/12/19).

Penangkapan tersebut bermula saat polisi berpura-pura hendak melakukan transaksi pembelian narkoba kepada pelaku. Setelah bertatap muka, polisi menggeledah indekos pelaku di Jalan Gunung Catur Nomor 115, Kamar nomor 1, Banjar Robokan, Denpasar, Bali.

Saat penggeledahan, di atas wastafel polisi menemukan 40 paket plastik yang masing-masing berisi 10 butir pil koplo. Polisi juga menemukan sebuah tas plastik besar di dekat tandon air di depan indekos pelaku yang di dalamnya berisi 30 paket pil koplo.

Masing-masing paket berisi 1.000 butir pil koplo. Total barang bukti yang berhasil diamankan adalah 33.400 pil koplo. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Bali untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Sementara barang bukti yang diamankan 30 buah plastik bening yang di dalamnya masing-masing berisi 1000 butir tablet putih logo Y diduga pil koplo. Lalu 3 buah plastik bening yang di dalamnya masing-masing berisi 1000 butir tablet putih logo Y diduga pil koplo.

Selanjutnya, 40 buah plastik klip yang di dalamnya masing-masing berisi 10 butir tablet putih logo Y diduga pil koplo dan 2 bendel plastik klip kosong dan uang tunai sebesar Rp 4.750.000. Kemudian satu unit handphone merek Oppo warna ungu dan satu unit handphone merek Oppo warna ungu seri A3S.

“Untuk jumlah seluruhnya baran bukti yang disita adalah 33.400 butir,” jelas Kabid Humas Polda Bali.

Kombes Pol. Syamsi juga menerangkan, bahwa ribuan pil koplo itu dibawa langsung oleh pelaku Ayub Chistianto Nugraha dari Jember, Jawa Timur, untuk diedarkan di Bali. Pihaknya juga masih mengembangkan dari mana barang itu didapatkan pelaku.

“Modus operandinya, secara bersama-sama mengedarkan sediaan farmasi tanpa keahliannya dan tanpa izin edar,” terang Kabid Humas Polda Bali.(Red/Hum/Ist)

Bagikan berita ini