Ternyata Oknum ASN Tapteng Sudah Keluarkan Ratusan SUKET RAPID TEST Palsu.

Foto : Kasat Reskrim AKP Sisworo

TARGET24JAMNEWS.COM || TAPTENG – Ternyata tersangka oknum ASN Pemkab Tapteng EWT (49) yang berhasil diamankan polisi karena mengeluarkan surat keterangan (Suket) hasil rapid test palsu, sudah sempat mengeluarkan ratusan lembar suket kepada para calon penumpang kapal Sibolga – Kepulau Nias.

Hal itu terungkap berdasarkan keterangan Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nicolas Dedy melalui Kasat Reskrim AKP Sisworo kepada wartawan di Mapolres Tapteng, Senin (29/6/2020), dan juga pengakuan tersangka EWT (49) oknum ASN Pemkab Tapteng.

Diterangkan Kasat, timbulnya niat tersangka mengeluarkan Suket Palsu bermula pada hari senin (22/6) ketika ada seseorang bernama PIUS datang ke Klinik Yakin Sehat tempat tersangka bekerja untuk menanyakan apakah klinik tersebut bisa mengeluarkan suket rapid test.

Karena klinik tersebut tidak bisa mengeluarkan Suket rapid test, sehingga timbul niat pelaku untuk mengeluarkan Suket palsu, mengingat pelaku bekerja dibagian Laboratorium di RSUD Pandan dan juga di Klinik Yakin Sehat yang terdapat dikelurahan Sibuluan, Kecamatan Sarudik, Tapanuli Tengah.

Atas dasar itulah timbul niat pelaku mengeluarkan Suket rapid test palsu dengan mencetak kop surat milik RSUD Pandan dan memalsukan tanda tangan dokter RSUD Pandan bagian Laboratorium,” terangnya

Adapun modus kerja dari pelaku terang Kasat, dengan menyuruh seseorang rekannya perawat MAP (30), yang bekerja di Klinik Yakin Sehat untuk mengambil sampel darah calon penumpang kapal disalah satu rumah warga, yang diketahui bernama PIUS warga Sibolga.

Setelah darah diambil, lalu diserahkan kepada pelaku (EWT). Selanjutnya pelaku mengeluarkan Surat Keterangan yang diserahkan kepada PIUS.

Demikian juga hari berikutnya, MAP kembali melakukan pengambilan darah atas perintah tersangka kepada calon penumpang, tetapi bukan dirumah PIUS lagi, melainkan dirumah IVAN yang juga warga Sibolga.

Awalnya tersangka mengeluarkan Suket Palsu itu hari Senin (22/6) dengan jumlah puluhan lembar. Dan terhitung sejak hari itu sampai dengan hari sabtu, pelaku sudah mengeluarkan ratusan suket palsu kepada para calon penumpang yang hendak berangkat kepulau Nias,” beber Kasat.

Masih menurut Kasat, Suket yang dikeluarkan tersangka mulai hari senin – jumat, lolos dipelabuhan Sibolga, dan penumpangnya sudah menyeberang ke Pulau Nias.

Barulah pada hari Sabtu kemarin terjadi permasalahan yang menyebutkan Suket tersebut Palsu karena tidak ada nomor register surat. Akibatnya puluhan penumpang terbengkalai berangkat.
Sebahagian penumpang sudah ada yang berangkat dengan menggunakan Suket yang dikeluarkan tersangka. Dan baru hari Sabtu kemarin terjadi keributan dipelabuhan Sibolga yang menyebutkan Suket tersebut palsu karena tidak ada registernya,” terang Sisworo.

Ditambahkan Kasat, dari hasil pengakuan tersangka, bahwa semua pemeriksaan darah dilakukan di Klinik Yakin Sehat dengan menggunakan rapid test yang dibelinya secara online seharga 160-190 ribu/unit. Sedangkan tarif untuk satu Suket dikenakan biaya Rp.200-250 ribu per lembar.

Sementara itu tersangka EWT mengaku menyesal atas perbuatannya dan mengakui bahwa niat untuk melakukan kejahatan itu atas kemauannya sendiri.
Berbeda halnya dengan MAP, bahwa ia sama sekali tidak mengetahui maksud pengambilan darah yang disuruh tersangka EWT. ia hanya nurut saja ketika EWT minta tolong.

Untuk pertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka EWT dan MAP ditahan di Polres Tapteng. Keduanya diancam pasal 263, sub 268 ayat (1) dan pasal 55. Saat ini pihak Polres Tapteng Sedang Mengembangkan Kasus Ini. (RISMAN)

Bagikan berita ini