dilihat 212 kali

TES REKRUTMEN PEGAWAI TETAP BANK BRI KANWIL MEDAN SARAT KECURANGAN

Medan-Pelaksanaan rekrutmen calon pekerja tetap yang bersumber dari pekerja Frontliner kontrak BRI tahun 2018 diduga masih sarat kecurangan. Informasi yang dihimpun dari salah satu pegawai BRI yang sedang menjalani tes pegawai tetap mengatakan masih ditemukan dugaan kecurangan dalam seleksi tes psikotes calon pekerja tetap. Sabtu (14/04/2018)

Surat pemanggilan dari PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kanwil Medan No. R.125.e-KW.II/SDM/REK/04/2018 kepada para pekerja frontliner kontrak, diketahui ada kurang lebih 189 orang daftar peserta yang mengikuti tes psikotes di aula politeknik LP3I amaliun medan.

Dugaan kecurangan tersebut terlihat mulai dari proses seleksi berkas yang dilakukan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang terkesan tertutup,hingga kepada pelaksanaan tes psikotes yang diadakan di aulapoliteknik LP3I amaliun medan.

Dari pantauan wartawan pada saat pelaksanaan tes tersebut, terlihat adanya dugaan mengenai pembatasan kuoata yang dilakukan oleh BRI kanwil Medan terhadap calon peserta tes yang mengikuti tes psikotes pada hari itu.

Pasalnya tidak semua kantor cabang BRI yang ada di daerah yang seyogianya ada dibawah BRI kanwil medan tidak mengirimkan datanya untuk mengikuti tes psikotes tersebut, sehingga timbul dugaan pemanggilan para peserta tes terkesan dibatasi.

Salah seorang peserta tes yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya sedikit pesimis dalam mengikuti tes tersebut, karena dirinya merasa tes yang dilakukan ini hanyalah symbol untuk memenuhi kepentingan orang atas.

“Coba abang lihat bang, yang menguji kami itukan orang-orang BRI juga, dan bukan tenaga professional dari luar dan PT.PKSS (Prima KaryaSarana Sejahtera) yang ditunjuk untuk menguji kamikan group usaha BRI yang bergerak sebagai penyalur tenaga kerja ke BRI. Sudah otomatis dong mereka bias diintervensi oleh para pejabat yang telah memiliki nama calon peserta yang sudah bakal lulus”.ujarnya.

Ditempat yang sama pula, salah seorang peserta tes lainnya juga sangat menyayangkan akan criteria calon pesertates yang dibuat oleh BRI kanwil Medan tersebut. “Maunya bang, kriterianya dipersempit, misalnya calon peserta tes yang boleh ikut adalah para pekerja yang telah memiliki masa kerja 5 atau 7 tahun ke atas. Masa yang 2-3 tahun pun boleh ikut, mau kemana dibuatnya para pegawai lamanya?.Kalau hanya berdasarkan nilai SMK SB-2 tahun terakhirkan tidak akurat, kan bias saja pejabat yang memiliki saudara dibawah mengintervensi pimpinannya untuk membuat nilai SMK SB-2 tersebut. Sudah deh bang survey saja kesana, rata-rata yang lulus itu nantinya pasti yang masih muda-muda, sudah gitu rata-rata punya rekan ataupun keluarga di BRI”.bebernya.(Sml)

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai