Toni Togatorop,SE. MM Minta Kapoldasu Meluruhkan Persoalan Wartawan Dipolda Sumut

MEDAN-Ketua Fraksi Hanura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Prov-SU) Toni Togatorop,SE. MM saat dikonfirmasi wartawan diruangan kerjanya Kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol No. 5 Medan Senin, (12/03/2018) menyesalkan dan mengecam pihak aparat kepolisian Polda Sumatera Utara yang main nyosor dalam menangkap dan menetapkan salah seorang Jurnalis sebagai tersangka.

Toni Togatorop menyatakan, seharusnya Polisi sebagai Pengayom, dan Pelindung bagi masyarakat, bukan menjadi momok yang menakutkan, apalagi media dalam melaksanakan tugasnya telah diatur dalam UU No 40
tahun 1999. Kalaupun dalam pemberitaan ada yang salah, seharusnya Pihak kepolisian terlebih dahulu melayangkan hak jawab atau melakukan somasi keredaksi media terkait, dan bukan langsung main tangkap. Ujar Toni Togatorop.

“Jurnalis sebagai duta informasi yang mampu menghubungkan dan menggali berita agar diketahui publik. Undang-undang telah memerintahkan akan kebebasan pers, tapi kenapa Kok main embat saja.”

Seharusnya terlebih dahulu ya dibuat warning dan pendekatan, saya menduga dalam hal ini ada unsur kolusi dan kejahatan persekongkolan. Ujar Toni Togatorop. Saya meminta kepada Kapoldasu agar meluruhkan
persoalan ini sejujur jujurnya, dan jangan dibuat jurnalistik terbenam tanpa berbuat.

“Dalam waktu dekat kita akan surati dan panggil Kapolda Sumut untuk mempertanyakan terkait penangkapan wartawan tersebut”. Karena pers sangat berperan sebagai kontrol external melihat dan memberitakan berbagai kejadian kejadian yang ada ditengah masyarakat. Seharusnya pers tesebut dibackup Up dalam melaksanakan tugasnya, dan bukan untuk di intimidasi.

Sehingga Tranfarasi terlihat untuk membawa wibawa pembangunan yang lebih baik. Kita harus dorong wartawan sebagai duta informasi yang handal dalam menggali berita terkubur menjadi opini yang aktual. Ujar Toni Togatorop.(Harry)

Bagikan berita ini