dilihat 99 kali

UMAT ISLAM BANTU DANA RENOVASI GEREJA TERTUA DI PAKISTAN

TARGET24JAMNEWS.COM  |  PAKISTAN — Festival musik akan digelar selama tiga hari di Karachi untuk menggalang dana untuk proyek renovasi salah satu gereja tertua di Pakistan.

Umat Islam membantu umat Katolik dalam acara penggalangan dana untuk proyek renovasi gereja Katedral St. Patrick yang telah berusia 175 tahun.

Dalam sambutannya, Kardinal Joseph Coutts dari Karachi menyambut itikad baik umat Islam dan menghargai kehadiran, kerjasama dan dukungan mereka.

“Apa yang dibutuhkan bukan hanya membangun gereja katedral tetapi juga kerukunan masyarakat di Pakistan karena ini semua tentang Pakistan. Dan saya senang bahwa masyarakat yang secara sukarela membantu acara ini bukan hanya dari Gereja kami tetapi juga umat Islam,” katanya.

“Proyek tiga tahun ini tidak hanya akan membantu kami dalam menggalang dana tetapi juga akan mempererat kerukunan antaragama dan menjalin hubungan baik antara umat berbagai agama yang tentu akan memberi sumbangan bagi pembangunan bangsa dan pesan positif dari Pakistan, tanah air kita,” lanjutnya.

Gubernur Propinsi Sindh Imran Ismail meresmikan kegiatan tersebut.

“Kerukunan antaragama dibutuhkan setiap saat. Semua agama di dunia mengajarkan cinta kasih, perdamaian dan kebaikan dan ketiga hal ini diperlukan untuk meningkatkan toleransi dan kemanusiaan,” katanya kepada ucanews.com.

Ia menghargai pelayanan umat Katolik di berbagai bidang khususnya bidang pendidikan dan kesehatan.

“Pelayanan Gereja dalam meningkatkan kerukunan antaragama juga mengagumkan. Saya menghargai umat Katolik yang menggelar acara penggalangan dana ini untuk merenovasi gereja katedral,” lanjutnya.

Acara penggalangan dana tersebut juga dimeriahkan dengan stan-stan makanan, area permainan anak dan pertunjukan musik di mana sejumlah penyanyi beragama Kristen dan Islam serta beberapa musisi memperlihatkan talenta mereka secara cuma-cuma.

“Tahun ini kita merayakan peringatan ke-175 pembangunan gereja Katedral St. Patrick di Karachi. Kita harus melestarikan sejarah khususya karya arsitektur luar biasa ini. Banyak kaca berwarna yang pecah dan bangunan batu perlu diperbaiki,” kata Romo Mario Rdodrigues dari paroki katedral.

Ia mengatakan proyek renovasi itu akan memakan biaya sekitar 1,6 juta dolar AS. Beberapa acara penggalangan dana sudah direncanakan.

“Gubernur dan menteri utama Propinsi Sindh memberi dukungan untuk proyek ini. Mereka telah mengirim sebuah tium untuk melihat gereja katedral dan tim ini akan memantau dan mengevaluasi seluruh proyek yang akan berjalan selama tiga tahun ini,” katanya. (red/ucan).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai