dilihat 87 kali

Wakapolri Jadi Korban Hoax Terkait Pilkada Kota Makassar

TARGET24JAM.COM  |  JAKARTA  – Wakapolri Komjen Pol Syafruddin membantah kalau dirinya mengeluarkan pernyataan soal hasil penghitungan suara Pilwalkot Makassar. Dalam suatu berita, Komjen Pol Syafruddin dikabarkan membantah hasil quick count lembaga survei yang menyatakan kotak kosong lebih unggul daripada calon tunggal Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi.

“Nggak ada, hoaks itu, berita itu yang hoaks. Polri netral, apalagi saya,” ujar Komjen Pol Syafruddin saat ditemui di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Juni 2018.

Komjen Pol Syafruddin menilai Pilkada di Sulawesi Selatan berlangsung damai dan aman. Karena itu, Wakapolri meminta jangan ada pihak yang merusaknya dengan membuat berita-berita hoax atau kabar bohong yang memprovokasi masyarakat.

“Sulsel itu saya sangat netral, karena kenapa? Di Sulsel itu kontestannya bersaudara semua,” kata Komjen Pol Syafruddin.

Komjen Pol Syafruddin kembali menegaskan, dirinya tidak pernah memberikan statement soal hasil penghitungan suara Pilkada 2018.

“Saya nggak pernah berkomentar tentang macam-macam. Saya hanya berkomentar tentang olahraga, masjid, dan keamanan,” tandas Komjen Pol Syafruddin.

Komjen Pol Syafruddin juga membantah isu bahwa institusinya mengeluarkan data penghitungan suara Pilkada Serentak 2018 di Sulawesi Selatan. Apalagi tindakan tersebut dilarang.

“Tidak ada, tidak ada. Sudah ada instruksi Pak Kapolri (anggota Polri) tidak boleh kok (mencatat hasil perhitungan suara),” ujar Komjen Pol Syafruddin.

Memang pada pemilu sebelumnya, kata Komjen Pol Syafruddin, anggota Polri yang melakukan pengamanan juga mencatat dan mendokumentasikan hasil penghitungan suara. Hal itu untuk mencegah terjadinya kecurangan.

“Tapi ada instruksi Kapolri tidak boleh ada mencatat. Polri hanya mengamankan,” tegas Wakapolri.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto juga menegaskan bahwa institusinya tidak pernah mengeluarkan data hasil penghitungan suara Pilkada. Data yang diklaim berasal dari Polri, menurut Irjen Pol Setyo tidak benar.

“Masalah data bukan kewenangan Polri. Tugas Polri hanya pengamanan. Data yang diklaim dari Polri itu hoaks,” ucap Irjen Pol Setyo. (RED/POL).

Bagikan berita ini

Mungkin Anda Menyukai