WANITA PENCARI BOTOT DIANIAYA, RESKRIM POLRESTA DELI SERDANG TIDAK DIAM

TARGET24JANEWS.COM || DELI SERDANG –Kasus penganiayaan Etty Rosalina br Simanjuntak (30) anak Jalan Galang Keluraham Cemara Kecamatam Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang yang kesehariannya mencari botot ini dianiaya BP dkk di Jalan Galang Kecamatan Lubuk Pakam, Kamis (28/11/2019) sekitar pukul 10.00 wib, lalu.

Tim  target24jamnews.com ketika mengkonfirmasi ke Kasat Reskrim Deli Serdang Rafles Langgak Putra Marpaung (19/12/2019), mengatakan akan terus ditindaklanjuti.”kita tetap tindak lanjuti” ujarnya.

Pada saat usai orang tua Etty Rosalina br.simanjuntak mendampingi anak perempuan membuat laporan pengaduan di Polresta Deli Serdang sesuai nomor : STTLP/511/XI/2019/SU/RES DS. Ibu korban T. Boru Lumbanggaol (67) tahun datang menyambangi kawan – kawan Jurnalis yang duduk di sebuah warung dan menceritakan kronologi kejadiannya.

Peristiwa itu berawal Rabu (27/12/2019) pada acara adat atas meninggalnya seorang bermarga Purba di Jalan Galang Lubuk Pakam. Ketika itu, seorang pencari botot lainnya yang sering dipanggil Serli mengatakan kepada salah seorang keluarga yang kemalangan agar hati-hati terhadap korban karena berpura-pura pencari botot tapi diduga maling.

Mendengar keterangan dari Serli itu, seorang wanita memakai kerudung yang merupakan keluarga yang kemalangan mengatakan kepada familinya agar menyelamatkan tasnya dan mengatakan jika korban pura-pura cari botot tapi maling.

Korban yang saat itu mengumpulkan kemasan bekas air mineral langsung berdiri berteriak “Siapa yang mengatakan aku maling, barang apa yang dicuri dan agar menunjukkan mana barang yang dicuri”.ujarnya menirukan waktu kejadian tersebut.

Beberapa pria yang saat itu sedang duduk mengatakan kepada koran agar jangan ribut diacara itu. Tapi korban tetap tidak terima jika dirinya dituduh maling. Beberapa pria yang memperingatkan korban itu langsung memukuli korban, menyeret tangan korban yang mengakibatkan luka memar pada tubuh korban. Akhirnya korban diantar dua pria yang bernama Toto dan bermarga Purba. Tiba dirumah korban, kedua pria itu mengatakan agar korban istirahat dulu dan akan diselesaikan esoknya”.

Esoknya tepatnya pada Kamis (28/11/2019) karena tak ada yang datang kerumah korban untuk menyelesaikan penganiayaan itu, korban mendatangi rumah BP dan meminta pertanggung jawabannya. Korban berteriak memanggil BP bertanggung jawab karena telah mengoroyok korban. BP yang mendengar teriakan korban itu keluar dari rumah. “BP menumbuk mata anak ku, menunjang kemaluan anak ku dan memukul kakinya dengan kayu. Anak ku merasa sakit kalau buang air kecil,” sebut ibu korban. (Gun).

 

Bagikan berita ini