Warga Bandar Setia Kembali Demo Ke Pabrik Peleburan Timah Untuk Ke Sembilan Kalinya

TARGET24JAMNEWS.COM || MEDAN – Ratusan warga masyarakat Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, kembali untuk ke 9 kalinya dalam kurun 5 tahun berunjuk rasa ke pabrik CV Anugrah di Jalan Lapangan, Dusun VII, Percut Sei Tuan, hari Kamis (30/1/2020) pagi.

Warga menuntut aktifitas pabrik peleburan timah yang dilakukan CV Anugrah karena merasakan dampak negatifnya. Asap tebal yang mengepul dari aktifitas pabrik cukup banyak dan menyebar ke ratusan penduduk di sana. Apalagi, warga menuding A Sun tak mendapat persetujuan dari warga saat mengurus izin mendirikan pabrik tersebut.

“Tolong kawal kami Pak Polisi dan para media, kami mau hidup sehat. Kami mau pabrik A Sun ini ditutup segera Karena aktifitas pembakaran timah ini, banyak yang terjangkit penyakit. Bukan hanya manusia, seng dan rumah kami juga rusak akibat asap dari pembakaran timah tersebut Air sumur pun jadi kotor,” kata warga setempat melalui pengeras suara.

“Warga masyarakat kami sangat berharap agar pihak terkait, dan terutama pemerintah desa, kecamatan, dan serta kepolisian dapat menindaklanjuti keluhan kami.Warga mengatakan Kalau bisa jangan berlarut-larut pak. Seminggu ini kalau bisa langsung ditindak lanjutikan untuk ditutup. Karena di belakang ini ada mesjid. Pas kami takbir adzan, mereka bakar.Asap dan beracun itu menebar kemana-mana,” timpal Koordinator aksi Suhendri, di hadapan Kapolsek Percut Sei Tuan, Sekcam, Danramil, Waksatpol PP Deliserdang, Kepala Desa Bandar Setia dan ratusan masyarakat.

Selain itu, tambah Suhendri, meski sudah berulang kali didemo masyarakat hingga ke-9 kalinya dalam waktu 5 tahun, A Sun seolah kebal hukum, sehingga pabriknya terus beroperasi.“Hari ini sudah 9 kalinya kami melakukan aksi demo. Kami harap ini yang terakhir. Intinya, kami mau pabrik ini ditututp, kasihani kami dan anak-anak kami di sini,” katanya.

Dan menanggapi tuntutan warga masyarakat, Kabid Penegak Perda Satpol PP Deliserdang, HS Barus mengakui bahwa pabrik peleburan timah milik A Sun dengan nama CV Anugrah memang terdapat adanya tindakan pelanggaran undang-undang.Namun, pihaknya belum bisa bertindak terlalu cepat, lantaran menunggu proses hukum dari kepolisian.

“Apabila pabrik itu masih melakukan kegiatannya, kami minta masyarakat melalui koordinatornya langsung mengkoordinasikan dengan pihak desa dan kepolisian,” katanya. Intinya dari pemerintah dan kecamatan tetap solid mengawal aspirasi kita semua. dan Mari kita sama-sama saling menjaga kedaulatan dan keamanan kita. Apa yang disampaikan koordinator tadi memang benar sudah disampaikan, dan kami sudah bahas ini,” tambah Sekcam Percut Sei Tuan, Nasib Solichin.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo Sik mengatakan bahwa pabrik peleburan timah milik A Sun, kini sudah ditangani Dirkrimsus Polda Sumut.Menurut kompol Aris wibowo pada, tanggal 24 Januari 2020 kemarin, pemilik pabrik A Sun sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka untuk dilimpahkan ke kejaksaan.Untuk itu, saya menyebut, beroperasinya pabrik ini terjadi dilakukan dengan mencuri-curi waktu tanpa diketahui pihak kepolisian.

“A Sun sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mereka operasi curi-curi waktu. Jadi, warga yang dibuatnya resah. Kita harapkan warga tenang, karena masih ditangani Poldasu, dan semoga bisa ditutup, karena proses penutupannya bukan wewenang kami,” katanya.

Lanjut kompol Aris, wibowo pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kasatpol PP dan Camat, sama Kades setempat.

Untuk kegiatan hari ini kami mohon, dengan damai. Untuk follow up kita akan koordinasi dengan Kepala desa Nanti Polda akan melakukan tindakan, apakah itu harus disegel atau ditutup. Jika masih ditemukan aktifitas peleburan dan pembakaran, supaya dikoordinasikan ke Kepala desa katanya.

Kepala Desa Bandar Setia, Sugiarto, kami siap berkoordinasi dengan warganya apabila pabrik kembali beroperasi. Dia juga mengakui bahwa pabrik tersebut sudah meresahkan warga masyarakat dan sudah berulang kali didemo parik tersebut.

Sampai-sampai saya juga sudah dipanggil untuk diperiksa di Polda terkait masalah ini, jadi kita harus sabar menunggu proses hukum,” katanya.

Suda siap aksi demo dan mendengarkan tanggapan serta respon pejabat pemerintahan dan kepolisian, ratusan wargabmasyarakat sekitar yang melakukan demo dan, membubarkan diri dengan tertib.(Hasi)

 

 

Bagikan berita ini