Warga Mengharapkan Surat Tanah Yang Akan Dikeluarkan BPN Sesuai Ukuran

TARGET24JAMNEWS.COM | PEMATANGSIANTAR – Warga Gang Belimbing II, Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Siantar Marihat, berharap pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Siantar tak menerbitkan sertifikat tanah yang persis di tepi daerah aliran sungai (DAS), Rabu (17/10).

Hal itu dikatakan Mangasal Sirait (Oppung Tambok) saat ditemui di lokasi batas tanah. Ia menyebut, tanah tersebut hingga kini masih dalam persoalan.

Mangasal menerangkan, tanah kosong yang jurangnya lebih kurang 6 M dengan luas berkisar 100 M2 itu, merupakan milik pemerintah dan letaknya persis di tepi gang masuk kediamannya.

“Kalaupun diterbitkan suratnya saya berharap, pengukurannya harus sesuai dengan surat pengukuran yang dilakukan oleh BPN,” harap Mangasal.

Lantas, dirinya pun menyiasati menimbun tanah itu agar menjaga erosi, yang persis di tepi DAS.

Hal tersebut menuai protes dari Kotak, salah seorang warga lainnya yang mengklain bahwa tanah tersebut adalah miliknya sesuai dengan surat persetujuan pembagian hak yang dimilikinya tertanggal 21 Maret 1982.

“Tidak keberatan jika mereka mengurus sertifikatnya, cuma saya berharap agar dilakukan pengukuran sesuai surat yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Pematangsiantar nomor : TK/ XXVIII Tertanggal 13 Agustus 1980 yakni peta Desa Suka Maju Komadya Pematangsiantar,” paparnya.

Dikatakannya, dilakukannya penimbunan DAS agar tidak terjadi erosi yang dapat menyebabkan tanah terkikis.” Kalaupun saya melakukan penimbunan itu untuk mencegah erosi. Jadi saya bukan mengatakan itu tanah saya dan itu bukan juga tanah beliau (Kotak),” terang Mangasal.

Menanggapi hal tersebut, Lurah Suka Makmur, Raymond Sianipar mengatakan persoalan itu sudah 4 kali di Mediasi. “Itu sudah berulang kali kita mediasi yang dihadiri Bhabinkamtibmas, Koramil 03, Kepling, camat serta Pak Kotak sendiri dan Pak Sirait,” ucap Raymond.

Dan sesuai hasil mediasi kedua pihak sudah sepakat bahwa tanah yang diklaim tersebut digunakan untuk fasilitas umum.

Dikatakan Raymond, terkait patok (berupa tembok,red) yang sebelumnya sudah dibangun oleh Mangasal di tanah itu, Kotak pun mau membantu dengan cara membayarnya.

“Saya bersedia membayar kerugian Pak Sirait. Saya sanggup membayar 5 juta dan akan memberikan sebagian lagi tanah itu untuk fasilitas umum, hanya yang 5 Juta itu saya sanggup,” ujar Kotak (Dho)

Bagikan berita ini