Yonge Deklarasi Calon DPR RI: Membangun Daya Saing Ekonomi

TARGET24JAM | MEDAN – Yonge L. V. Sihombing, SE, MBA Staf Ahli Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, akhirnya melalui media cetak dan elektronik secara resmi mendeklarasikan diri untuk maju sebagai Calon DPR RI periode 2013 – 2018 dari Daerah Pemilihan Sumut – 3 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Selasa (5/6/2018)

Kepada awak media, Yonge menyampaikan latar belakang sehingga ikut maju dalam pemilihan legislatif  (pileg) DPR RI tahun 2019 mendatang. Kepada media, Dia juga menyampaikan visi, misi dan programnya sebagai calon DPR yang akan disosialisasikan dan dikampanyekan kepada masyarakat di Dapil Sumut – 3 (Siantar, Simalungun, Dairi, Pakpak Barat, Tanah Karo, Binjai, Langkat, Asahan, Batubara dan Tj. Balai).

Selain sebagai Staf Ahli Ketua DPRD Sumut 2016 hingga kini, Yonge Sihombing pernah jadi Staf Ahli Badan Anggaran DPRDSU 2015-2016, Staf Ahli Komisi A Bidang Pemerintahan, Hukum, HAM DPRDSU 2014-2015, Staf Ahli Komisi C Bidang Keuangan Daerah, Aset Daerah, dan BUMD DPRDSU 2012-2014. Yonge juga aktif sebagai dosen FE Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan, dosen FE Universitas Methodis Indonesia (UMI) Medan, lalu pernah dosen di LP3I, LP3M, STT Poliprofesi, Asdos FE HKBP Nomensen (Asdos Dr LR Polin Pospos PhD).

11 Riwayat Pendidikan adalah :

– SD Negeri Sarimatondang,  Kec. Sidamanik, Kab. Simalungun

– SMP Negeri Sarimatondang, Kec. Sidamanik, Kab. Simalungun.

– SMU Negeri Sidamanik, dan Pindah ke SMU HKBP P. Siantar Sidamanik,

– S-1 (Sarjana Ekonomi Jurusan Manajemen) dari Universitas Katolik St. Thomas Medan.

– S-2 (Master Business Administration) dari Barkley University

– Pendidikan Instruktur/Widyaswara dari LAN (Lembaga Administrasi Negara)

– Pendidikan Non Formal (Private Makro Ekonomi) selama 1 tahun dengan instruktur/guru private Prof.Dr. Amudi Pasaribu, MEc. (mantan Rektor Universitas HKBP Medan).

– Pendidikan (learning) Calon Sintua HKBP Perumnas Simalingkar Medan (sudah 5 tahun).

Adapun yang melatarbelakangi sehingga ikut maju dalam kontestasi pileg DPR RI adalah:

Partama, karena memang sudah lama berniat untuk ikut maju sebagai calon DPR RI. Sebelum maju, sudah lama belajar dan menimba pengalaman untuk mempersiapkan diri sebagai wakil rakyat di DPR RI dari daerah/kampung halaman, tempat lahir, yaitu Simalungun. Belajar dan menimba pengalaman melalui bekerja sebagai jurnalis, dosen, konsultan, instruktur, peneliti, penulis, tenaga ahli ADB (Asean Development Bank), asisten di DPR RI dan DPD RI, Staf Ahli di DPRD Sumatera Utara, dan aktif di berbagai ormas dan LSM. Karena itu, sepertinya sudah waktunya mencoba untuk maju sebagai calon DPR RI pada kontestasi pileg tahun 2019 yang akan datang.

Kedua, karena didorong oleh keinginan luhur untuk bisa berperan secara aktif dan proporsional dalam mempercepat pencapaian tujuan Indonesia Merdeka, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan masyarakat, dalam konteks masyarakat di dapil sumut – 3, daerah pemilihan saya.

Ketiga, karena Indonesia punya cita cita untuk menjadi negara 5 besar sebagai kekuatan ekonomi dunia, maka saya melihat momentum ini sangat tepat untuk hadir dalam rangka mewujudkan cita cita tersebut, melalui keikutsertaan di parlemen, untuk ikut serta aktif berperan menggapai cita cita Indonesia menuju 5 besar kekuatan ekonomi dunia tahun 2045, tepat usia Indonesia 100 tahun.

Keempat, karena usia saya saat ini sudah 45 tahun, merupakan usia yang masih cukup energik untuk bekerja sebagai wakil rakyat, dan saya juga melihat bahwa era milenial ini, para kaula muda, sudah bangkit semangatnya untuk mendukung para kaula muda yang memang memiliki potensi dan kemauan untuk bekerja sebagai wakil rakyat.

Kelima, karena Dapil Sumut – 3 ini merupakan daerah yang kaya sumber daya alam, seperti pertanian, perikanan, peternakan, hutan, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata, maka saya sangat terpanggil dan senang untuk bisa berperan aktif dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi daerah ini.

Oleh karena itu, melalui deklarasi ini, saya juga menyampaikan visi misi dan program sebagai calon DPR RI.

*Visi* saya adalah: “Dapil Sumut – 3 (Simalungun, Siantar, Dairi, Pakpak Barat, Tanah Karo, Binjai, Langkat, Batubara, Asahan dan Tj. Balai), Bangkit Semangatnya, Berdaya Saing Ekonominya dan Sejahtera Masyarakatnya”

Yonge L. V. Sihombing, SE, MBA juga seorang yang sangat berpengalaman di Organisasi diantaranya,

– Sekretaris Eksekutif DPD HKTI Sumatera Utara (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia)

– Anggota Forum Kerjasama Indonesia Jerman

– Anggota Punguan Sihombing Kota Medan.

– Anggota Punguan Sihombing Saportibi

– Pembina Asosiasi Magang Jepang Sumut

– Wakil Ketua DPD FBBI Sumut (Forum Bangso Batak Indonesia)

– Ketua Komisi BKAG-SU (Badan Kerjasama Antar Gereja)

– Wakil Ketua DPD KPD Sumut (Komite Pemberdayaan Desa)

– Inisiator/Pendiri/Waketum DPP FKBN (Forum Komunikasi Bela Negara)

– Wakil Ketua Pembina Lentera

– Dewan Pakar KAJI Sumut (Komunitas Aksi Jurnalis Indonesia)

– Inisiator/Pendiri/Ketua Harian Sumut for Nawa Cita (SNC)

– Inisiator/Pendiri/Ketua Komunitas Sumut Pelangi (KSP)

– Waketum DPP  Ikatan Alumni Unika St Thomas

– Wakil Ketua Bappilu Partai Hanura Sumut

– Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Medan.

– Dewan Penasehat DPD GKB Sumut (Gerakan Kerukunan Bangsa)

– Dewan Penasehat DPD JMA Sumut (Jokowi Macan Asia)

– Dewan Pakar KAJI Sumut (Komunitas Aksi Jurnalis)

-Wakil Sekretaris DPP PPRL ( Punguan Pomparan Raja Lontung )

Selanjutnya visi tersebut, kata Yonge dioperasionalkan kepada 13 Misi, antara lain:

  1. Meningkatkan Daya Saing Produk Pertanian.
  2. Meningkatkan Daya Saing Produk Perkebunan.
  3. Meningkatkan Daya Saing Produk Peternakan.
  4. Meningkatkan Daya Saing Produk Perikanan.
  5. Meningkatkan Daya Saing Pariwisata.
  6. Meningkatkan Sektor Perdagangan
  7. Meningkatkan Daya Saing Sektor Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral.
  8. Meningkatkan Daya Saing Industri
  9. Meningkatkan Sektor Jasa Keuangan
  10. Meningkatkan Infrastruktur
  11. Meningkatkan Ekonomi Pedesaan dan Alokasi Dana Desa (ADD)
  12. Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan.
  13. Meningkatkan Aksesibilitas Kesehatan.

Yonge juga menjelaskan bahwa ke 13 misi tersebut dioperasionalkan menjadi 5 Program untuk tiap – tiap misi, yang disertai dengan estimasi biaya/anggaran, antara lain:

  1. Untuk mewujudkan *Misi – 1 (Sektor Pertanian)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Sektor Pertanian; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 1,5 Triliun* selama 5 tahun.
  2. Untuk mewujudkan *Misi – 2 (Sektor Perkebunan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Perkebunan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 300 Miliar* selama 5 tahun.
  3. Untuk mewujudkan *Misi – 3 (Sektor Peternakan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Peternakan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 500 Miliar*, selama 5 tahun.
  4. Untuk mewujudkan *Misi – 4 (Sektor Perikanan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Perikanan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 50 Miliar*, selama 5 tahun.
  5. Untuk mewujudkan *Misi – 5 (Sektor Pariwisata)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Pariwisata; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 1,3 Triliun*, selama 5 tahun.
  6. Untuk mewujudkan *Misi – 6 (Sektor Perdagangan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Kawasan Perdagangan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 277 Miliar*, selama 5 tahun.
  7. Untuk mewujudkan *Misi – 7 (Sektor Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Kawasan Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 1,2 Triliun*, selama 5 tahun.
  8. Untuk mewujudkan *Misi – 8 (Sektor Industri)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan, Penguatan dan Perluasan Kawasan Industri; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 1,5 Triliun*, selama 5 tahun.
  9. Untuk mewujudkan *Misi – 9 (Sektor Jasa Keuangan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Perluasan Sektor Jasa Keuangan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 474  Miliar*, selama 5 tahun.
  10. Untuk mewujudkan *Misi – 10 (Meningkatkan Infrastruktur)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Infrastruktur; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 2,3 Triliun*, selama 5 tahun.
  11. Untuk mewujudkan *Misi – 11 (Meningkatkan Ekonomi Pedesaan dan Alokasi Dana Desa/ADD)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Ekonomi Pedesaan dan Peningkatan Alokasi Desa; dengan estimasi biaya/anggaran Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan (BUMDes) sebesar *Rp 673 Miliar* selama 5 tahun dan meningkatkan jumlah ADD rata rata 10 persen setiap tahun.
  12. Untuk mewujudkan *Misi – 12 (Meningkatkan Aksesibilitas Pendidikan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Sektor Pendidikan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar *Rp 700 Miliar*, selama 5 tahun.
  13. Untuk mewujudkan *Misi – 13 (Meningkatkan Aksesibilitas Kesehatan)*; maka akan digulirkan 5 Program/proyek Pembangunan Sektor Kesehatan; dengan estimasi biaya/anggaran sebesar Rp 500 Miliar Triliun, selama 5 tahun.

Dengan demikian kata Yonge, jumlah estimasi Pembiayaan Pembangunan Daya Saing Ekonomi Dapil Sumut – 3 (Simalungun, Siantar, Dairi, Pakpak Barat, Langkat, Batubara, Asahan dan Tj. Balai) selama 5 Tahun (2019 – 2024) adalah sebesar Rp 11, 274 triliun. (Tidak termasuk rata rata ADD yg akan ditingkatkan sebesar 10 persen per tahun, selama 5 tahun untuk seluruh desa di Dapil Sumut – 3)

“Namun kata Yonge, impian dan cita cita melalui konsep visi misi dan program ini akan lebih mudah diwujudkan, jika diberi kesempatan oleh masyarakat di dapil sumut – 3”, kata Yonge.(Red)

Bagikan berita ini